Sigit Diminta Tidak Mundur Dari Ketua KONI Palangka Raya

oleh
Pengurus KONI Kota Palangka Raya menggelar jumpa pers, Senin (23/10/17), meminta Sigit K Yunianto tetap bertahan sebagai Ketua Umum KONI Palangka Raya, sampai habis jabatan pada 2020

PALANGKA RAYA – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palangka Raya, menginginkan agar Sigit K Yunianto, yang saat ini masih menjabat Ketua Umum KONI Palangka Raya, tidak mundur di tengah jalan dan tetap bertahan, sampai masa jabatan berakhir pada 2020 mendatang.

“Kami tetap menginginkan ketua umum kita adalah bapak Sigit. Dan itu harga mati tidak boleh ada yang menggangu, karena masa jabatan beliau itu, nanti turun atau dicopot oleh anggota bukan oleh siapa-siapa,” tegas Sekretaris Umum KONI Kota Palangka Raya, Karuhei, saat jumpa pers di Sekretariat KONI Palangka Raya, Senin (23/10/17).

Menurutnya, sosok seperti Sigit sangat dibutuhkan untuk dapat memimpin induk organisasi itu, hingga masa jabatannya berakhir dan tidak ada orang lain yang bisa memberhentikan kecuali anggota KONI dalam hal ini cabang olahraga.

“Bahwa KONI memiliki aturan yakni Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Untuk menurunkan seorang ketua umum, harus ada dasar yang kuat. Kabar yang beredar di media sosial tidak perlu dibesar-besarkan dan cukup sebagai kritikan dan masukan saja,” tuturnya.

Alasan jajaran pengurus tetap meminta Sigit bertahan, lantaran selama berada dibawah kepimpinan Sigit, KONI Palangka Raya, sangat eksis terutama dari segi pembinaan olahraga, yang terus berjalan dan berkesinambungan.

Terbukti pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Kota Palangka Raya berhasil meraih juara umum. Bahkan siap kembali untuk mempertahankan gelar tersebut pada even yang sama, di Kabupaten di Barito Utara (Barut), 2018 mendatang.

“Mempertahankan juara umum merupakan tantangan berat, sehingga tidak boleh diganggu oleh siapapun, karena sudah ada perencanaan dan persiapan. Kami tetap berharap pak ketua umum tidak boleh mundur, karena mundur dan maju itu ditentukan oleh cabang olahraga sesuai aturan yang ada. Diluar itu tidak ada orang lain yang bisa,” ujarnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Umum II KONI Kota Palangka Raya, Pujo Harianto, saat mau mengadakan musyawarah KONI Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu, ternyata tidak ada figur lain yang mendaftarkan diri untuk menjadi kandidat ketua umum KONI, bahkan hingga jelang akhir rapat.

Akhirnya, cabang olahraga sebagai pemilik suara, sepakat meminta kembali kepada Sigit untuk dapat memimpin kembali KONI Palangka Raya. Padahal sewaktu itu, Sigit sudah menyatakan agar hendaknya bisa mencari figur lain yang bisa menahkodai KONI Palangka Raya lebih baik lagi, ketimbang dirinya.

“Saya kira, adanya penilaian orang dari luar, agak merugikan. Untuk bekerja di era seperti sekarang ini, butuh keterbukaan informasi, tidak bisa lagi menutupi, terbuka semuanya, sehingga siapapun boleh,” pungkas Pujo. (tva)