Satgas Waspada Investasi Kembali Hentikan 14 Entitas

oleh
Ilustrasi Investasi. Foto : radarlombok.co.id

JAKARTA – Terhitung sejak 17 Oktober lalu, Satuan Tugas (satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi, telah menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin yang dilakukan 14 entitas.

14 entitas tersebut adalah 1. PT Dunia Coin Digital, 2. PT Indo Snapdeal, 3. Questra World/Questra world Indonesia, 4. PT Investindo Amazon, 5. Dinar Dirham Indonesia/www.dinardirham.com, 6. Wujudkan Impian Bersama (WIB)/ PT Global Mitra Group, 7. Ahmad Zulkhairi Associated LLP (AZA)/www.azafund.com, 8. PT Mahakarya Sejahtera Indonesia/ PT Multi Sukses Internasional, 9. PT Azra Fakhri Servistama/Azrarent.com, 10. Tractoventure/Tracto Venture Network Indonesia, 11. PT Purwa Wacana Tertata/ Share Profit System Coin/ SPS Coin.co, 12. Komunitas Arisan Mikro Indonesia/K3 Plus, 13. PT Mandiri Financial/ investasisahammandiri.blogspot.co.id, 14. Seven Star International Investment, demikian hal itu diungkapkan Ketua Satgas Waspada Investasi/Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Tongam L Tobing, di Jakarta (23/10/2017) melalui siaran persnya.

Menurutnya, penghentian kegiatan usaha tersebut dilakukan dengan pertimbangan tidak adanya izin usaha penawaran produk serta penawaran investasi yang berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

Dengan begitu, sejak Januari – Oktober 2017, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan usaha 62 entitas. Penghentian kegiatan entitas tersebut adalah untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat bahwa entitas tersebut tidak memiliki izin dan berpotensi merugikan masyarakat.

Untuk itu Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi dapat memahami hal-hal sebagai berikut, memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar. Kemudahan memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada layanan konsumen OJK 1500655, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id. Informasi lebih lanjut, dapat menelepon Ketua Satgas Waspada Investasi di nomor 021-29600000, email, tongam.tobing@ojk.go.id/website: www.ojk.go.id. (Tiva)