Harry Daya Tuding Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Pontianak Karena Stoknya Dikurangi Pertamina

oleh
Harry Adryanto Daya, tokoh muda yang akrab disapa dengan superman. Foto : Dody

PONTIANAK – Kelangkaan tabung Elpiji 3 Kg di Kota Pontianak dalam waktu beberapa hari terakhir dikarenakan peredaran stok tabung melon itu sengaja dikurangi oleh pihak Pertamina, demikian hal itu diungkapkan oleh Harry Adryanto Daya kepada B-ONETV, Senin (23/10/17).

Menurut tokoh muda yang akrab disapa dengan Superman ini, tabung Elpiji bersubsidi dikurangi pemasarannya, dikarenakan pertamina lebih cenderung untuk memasarkan tabung Elpiji berukuran 5,5 Kg yang harganya Rp 66.000 jika dijual di pangkalan, dan lebih mahal dibandingkan tabung Elpiji 3 Kg yang harganya Rp 16.500.

“Perbedaan harga Elpiji yang terlalu jauh itu, membuat masyarakat yang mampu, justru menggunakan Elpiji 3 Kg karena harganya lebih murah, sehingga Elpiji 5,5 Kg tidak laku dipasaran,” ujarnya.

Jika dikalkulasikan, harga perkilogram tabung berukuran 5,5 Kg ini adalah Rp 12.000 (Rp 66.000/5,5), sedang harga tabung Elpiji 3 Kg adalah Rp 5.500 (Rp 16.500/3). Perbedaan harga tabung Elpiji 5,5 Kg dengan tabung Elpiji 3 Kg itu sangat berbeda jauh.

“Selisih antara tabung Elpiji 5,5 Kg dengan tabung melon, perkilogramnya mencapai Rp 6.500,” ujarnya.

Mantan Pimpinan Redaksi Koran Suara Pemred dan wartawan senior tempo yang dikabarkan telah mendapat mandat dari DPP Partai Hanura untuk menjadi Bakal Calon Wali Kota Pontianak periode mendatang ini pun mengatakan bahwa pertamina mesti malakukan pengawasan dan kontrol terhadap pendistribusian tabung Elpiji 3 Kg, agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan.

Harry Daya pun menilai, subsidi yang diberikan oleh pemerintah terhadap tabung Elpiji 3 Kg itu, justru telah dimanfaatkan oleh para spekulan untuk meraup keuntungan.

“Diharapkan pemerintah pusat mengkaji kembali subsidi untuk tabung Elpiji 3 Kg,” ujarnya. (Dody)