Dinas Pendapatan Barito Utara Gali Potensi Pajak Sarang Burung Walet

oleh
Drs.H, Aswadin noor Kepala Dinas Pendapatan Barito Utara. Foto : Bani

MUARA TEWEH – Terhitung bulan Oktober 2017, pajak sarang burung walet di Kabupaten Barito Utara sudah terealisasi kurang lebih Rp 11,390 juta.

Kepala Dinas Pendapatan Barito Utara, Aswadin Noor, Senin (23/10/17) mengatakan, saat sekarang jumlah pengusaha sarang burung walet di sembilan Kecamatan ad 1.469 orang. Dari jumlah itu, yang bisa dipungut hanya 225 orang, sedangkan yang masih belum mencapai 1.244 orang.

Menurut mantan Kadistamben Barito Utara ini, untuk saat sekarang dinas pendapatan hanya menarik pajak di wilayah perkotaan, seperti Muara Teweh. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan masih belum dilakukan.

“Untuk tahap awal memang hanya melakukan pendataan. Kemudian disosialisasikan kepada aparat desa dan kecamatan,” katanya.

Dijelaskannya, untuk mengefektifkan penarikan pajak tersebut, tentu saja sosialisasi perlu digalakan, agar para pengusaha dapat memenuhi kewajibannya sesuai dengan Peraturan Bupati.

Dimana dalam Peraturan Bupati tersebut, sudah dicantumkan besaran pungutan yaitu sebesar sepuluh persen dari harga dasar. Dimana harga dasar tersebut, adalah Rp 6 juta perkilogramnya.

“Jadi bisa dikalikan dengan harga dasar sepuluh persen. Maka perkilonya kita dapat sekitar Rp 600 ribu,” jelas Aswadin Noor.

Dilanjutkannya, untuk menaikan pajak pendapatan sarang burung walet, selain gencar melakukan sosialisasi, baik di Perkotaan hingga seluruh Kecamatan, juga dilakukan secara intensif penagihan.

Aswadin Noor juga menambahkan, yang dipungut sekarang memang sudah menghasilkan, akan tetapi dengan jumlah yang sudah terdata, semakin lama hasilnya juga lebih banyak. Karena saat ini hanya sebagian kecilnya saja. Bila seluruhnya dapat ditarik, maka pendapatan daerah lebih besar.

“Kita optimis dengan banyaknya sudah terdata, maka pendapatan nanti lebih besar. Karena sekarang ini, kita hanya tahap pertama dimana hasilnya sudah belasan juta, “pungkasnya. (Bani)