Gelaran Seni Budaya Islam Warnai Peringatan Hari Santri

oleh
Suasana Hari Santri di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menyelenggarakan Even Seni Budaya Islam dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang dilaksanakan di RTH Alun-alun Ratu Zalecha, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang diprakarsai Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Banjar ini bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Minggu (22/10/17)

Ketua Pelaksana, Diauddin menyampaikan, Even Seni dan Budaya Islam dilaksanakan mulai tanggal 22 hingga 25 Oktober 2017. Kegiatan ini juga melibatkan 37 Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Banjar .

Tidak hanya itu, kegiatan peringatan hari santri ini juga memiliki rangkaian acara seperti Seminar, Kirab Santri, Bakti Sosial, lomba tilawah Al-Qur’an, lomba Syair Habsy, dan lain-lain.

“Kegiatan ini merupakan bentuk semangat para santri untuk membantu Pemerintah Kabupaten Banjar mewujudkan kabupaten Banjar yang sejahtera dan Barokah melewati prestasi yang diraih santri di setiap pondok pesantren,” katanya.

Ketua PC NU Kabupaten Banjar, Guru Samsul Bahri dalam sambutannya memberi semangat kepada para santri dengan menyampaikan sejarah peran santri yang selalu memiliki andil dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia.

“Kita tidak boleh lupakan sejarah para santri yang juga ikut berjuang dalam merebut kemerdekaan dari kolonial penjajah dengan tumbah darah. Tidak hanya sampai pada kemerdekann yang diraih, tapi santri juga ikut dakam mempertahankan mengisi kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, banyak santri yang ikut andil masuk dalam sistem pemerintahan khususnya di Kabupaten Banjar. Bahkan yang saat ini menjadi Bupati Banjar juga mengecap pendidikan sebagai santri hingga menjadi pimpinan pondok pesantren ternama di Kalimantan Selatan yaitu Pondok Pesantren Darussalam.

“Kita berharap pada hari santri ini, kita bisa menumbuhkan membangkitkan rasa semangat para santri dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berperan untuk memajukan negara,” tuturnya.

Bupati Banjar, H. Khalilurrahman saat membuka secara resmi peringatan Hari Santri Nasional mengungkapkan, hari santri merupakan momentum meningkatkan jiwa kemandirian.

“Tidak takut jauh belajar dari kampung halaman. Tidak gentar menghadapi masalah terutama permasalahan rezeki,” pungkasnya. (Apri)