Warga Serahkan Senpi Rakitan ke Polres Kapuas

oleh
Polisi saat menunjukan senpi rakitan dari warga

KUALA KAPUAS – Kepolisian Resort (Polres) Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menerima tiga buah senjata api laras panjang rakitan beserta satu buah amunisinya yang diserahkan oleh warga setempat.

Senjata api itu diserahkan oleh tiga orang warga secara sukarela kepada Polres Kapuas. Penyerahan pertama, tanggal 14 Oktober 2017, oleh Alpiansyah (47), warga Jalan Nyai Indu Runtun RT4, Desa Mantangai Tengah, Kecamatan Mantangai, yang menyerahkan Senpi rakitan laras panjang jenis dum-duman dengan satu butir amunisinya kepada Polsek Mantangai.

Penyerahan kedua, tepatnya tanggal 15 Oktober, oleh Selun (42), warga Jalan Aruk Timpah RT 5, Desa Lawang Kajang, Kecamatan Timpah yang menyerahkan Senpi rakitan laras panjang jenis dum-duman kepada Polsek Timpah. Dan yang penyerahan ketiga, oleh warga Jalan Kapuas RT 3, Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat atas nama Arbani (45), yang juga menyerahkan Senpi laras panjangnya kepada Polsek Selat.

Kapolres Kapuas AKBP Sachroni mengungkapkan, jauh-jauh hari sebelum dilakukan penyerahan Senpi dari warga, pihaknya baik dari Polres, Polsek, dan Bhabinkamtibmas sudah mensosialisasikan dan menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Kapuas untuk menyerahkan Senpi, bagi yang memiliki atau menyimpannya.

“Sebelumnya kita sudah lakukan imbauan, dan bagi yang tidak bisa kooperatif, maka apabila kedapatan memiliki senpi akan kita tindak,” katanya saat menggelar press release di Mapolres Kapuas, Jumat (20/10/17).

Menurut Kapolres, dari keterangan para pemilik, senpi itu hanya digunakan mereka untuk berburu.
“Jadi, mereka hanya menyimpan untuk berburu,” jelas Sachroni yang juga di dampingi Kabag Ops Kompol Januar Kencana, dan Kasatreskrim AKP Iqbal Sengaji.

Ia pun mengapresiasi kepada warga yang telah menyerahkan Senpinya dengan sukarela.

“Bagi masyarakat yang memiliki senpi agar segera menyerahkannya kepada kepolisian,” imbaunya.

Bagi yang tidak menyerahkan maka Polres Kapuas akan melakukan penindakan. Sebagaimana Undang-Undang Nomor 12 tahun 1951, ancaman bagi yang memiliki atau menyimpan Senpi, yakni pidana penjara 20 tahun, dan maksimal seumur hidup.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang warga bernama Berlin (23). Warga Desa Bukit Batu RT 1, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas ini diamankan lantaran kedapatan menyimpan senjata api rakitan jenis pistol tanpa izin.

“Jadi, pada Sabtu (14/10/2017) lalu, kita mengamankan tersangka karena kedapatan kita memiliki senpi rakitan jenis pistol yang disimpannya di atas plafon Pos Perhubungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sei Murui,” tutupnya. (irs)