Tak Ada Lagi Jamban Terapung di Desa Nanga Kiungkang

oleh
Jamban terapung di Sungai Kapuas

SEKADAU – Tak mudah mengubah pola pikir masyarakat. Hal itu yang dirasakan Kepala Desa Nanga Kiungkang, Muhamdi. Tanpa putus asa, masyarakat diajak untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat. Saat ini, tak ada lagi jamban terapung disungai karena seluruh warga sudah memiliki water closet (WC) disetiap rumah.

Kades Nanga Kiungkang, Muhamdi menuturkan, pada 2015 lalu, dari 595 kepala keluarga yang ada, hanya 43 kepala keluarga yang sudah memilik WC. Saat itu, pihak desa membantu sebanyak 115 keluarga dengan satu closet dan dua sak semen.

Setahun kemudian, pada 2016, pihak desa menganggarkan melalui APBDes pembuatan jamban atau WC bagi 169 kepala keluarga. Alhasil, hingga saat ini warga setempat telah memiliki jamban sendiri.

“Setiap Kamis, kami gotong royong bersama – sama membangun WC selama kurang lebih dua tahun,” ujar Muhamdi.

Awalnya banyak yang komplain, kenapa urusan buang air besar (BAB) juga diurus? “Tapi itu tidak menyurutkan niat kami untuk mengubah pola pikir masyarakat agar hidup bersih dan sehat dapat tercapai,” sambungnya.

Muhamdi tak menampik sulitnya mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat. Bahkan, ia mengibaratkan hal itu seperti memindahkan gunung. Kunci memulainya dengan memberikan contoh kepada masyarakat serta dengan kerja keras hingga seperti saat ini.

Desa Nanga Kiungkang terdiri dari empat dusun yaitu Nanga Kiungkang, Riam Panjang, Kumpang dan Nanga Ketiur. Sebagian besar wilayah tersebut berada tak jauh dari pesiri sungai.

“Dulunya dipinggir sungai itu ada 47 jamban terapung. Sekarang tidak ada lagi. Dulunya masyarakat BAB di sungai sekarang tidak lagi,” bebernya.

Saat ini, kata Muhamdi, ada tiga warga baru. Pihaknya, akan bergotong royong untuk membangun WC warga tersebut.

“Dipastikan minggu depan sudah punya WC semua warga kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Nanga Taman, Paulus Ugang mendukung apa yang dilakukan Desa Nanga Kiungkang. Saat ini, yang sudah mendeklarasikan sanitasi total berbasis masyarakat baru Pantok dan Meragun yang merupakan binaan WVI.

“Kami datang kerumah-rumah warga. Kami cek benar tidak, warga membuat septic tank bersama Muspika Kecamatan Nanga Taman,” tuturnya.

Bahkan, pihaknya mendorong agar setiap desa dapat menganggarkan untuk membantu warga membangun WC.

“Bulan depan rencananya akan dilakukan deklarasi ODF di Nanga Kiungkang. Semoga langkah yang dilakukan itu bisa dicontoh atau diikuti oleh desa-desa lainnya,” pungkasnya. (Yahya)