Salahsatu Desa di Mempawah Ini, Aliran Kabel Listriknya Gunakan Pohon Kelapa

oleh
Salahsayu pohon kelapa yang dialliri kabel Listrik milik PLN

MEMPAWAH – Warga Desa Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, mengeluhkan tidak adanya tiang listrik yang masuk di daerah tersebut sejak puluhan tahun silam.

Alhasil kabel listrik milik PLN ditambat atau diikat saja di Pohon Kelapa milik warga.

Ahmad Rifai warga setempat kepada B-ONETV, Sabtu (21/10/17) mengatakan hal tersebut sudah terjadi sejak puluhan tahun silam. Tidak adanya tiang listrik, memaksa petugas PLN memasang kabel ke Pohon kelapa warga.

“Bahkan pada malam hari tegangan listrik bervoltase rendah masih dirasakan warga kami,” kata Ahmad Rifai.

Warga mengaku takut hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Bahkan warga setempat mengaku takut tersetrum listrik jika melintas tak jauhd dari pohon kelapa yang ada kabelnya.

“Belum lagi permasalahan kabel nya yang menjuntai ke tanah di dalam kebun milik warga tentunya akan sangat berbahaya kalau tersentuh dan kabel ada yang terkoyak,” ungkapnya.

“Keluhan warga kami sudah sering disampaikan melalui RT, namun sampai saat sekarang kami tak pernah merasakan adanya tiang listrik masuk di daerah kami bahkan untuk pembelian kabel listrik warga kami harus patungan asal kami bisa mendapatkan tegangan voltase yang diharapkan sebagaimana pada umumnya di daerah lain. Maka dari itu, kami berharap semoga pihak-pihak terkait dapat mengatasi permasalahan ini,” ungkapnya.

Di lain pihak saat ditemui Manajer PLN Rayon Mempawah, Saut Manurung mengaku sejak pertama kali bertugas dirinya belum pernah mengetahui adanya kabar tiang listrik yang menggunakan bahan batang pohon kelapa di Desa Pasir Wan Salim, Kuala Mempawah Kecamatan Mempawah Timur.

Untuk menindak lanjuti keluhan masyarakat sebagai konsumen, Saut manurung. berjanji akan melakukan survei langsung melihat secara langsung fakta yang terjadi di lapangan.

“Kami akan ke sana, kalau memang seperti itu kami akan lakukan pengajuan pembangunan tiang listrik,” pungkasnya.(Boy hamzah)