,

Polisi Tangkap Cukong PETI di Bengkayang

oleh
Lokasi PETI yang diamankan Polda Kalbar

PONTIANAK – Satreskrim Polres Bengkayang mengamankan 11 pekerja sekaligus pemilik mesin dong feng berinisial RB yang tengah bekerja di Divisi 5 Kebun PT Darmek Dusun Pombay Desa Lembah Bawang Kecamatan Lembah Bawang Kabupaten Bengkayang, Kamis (19/10/17).

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo melalui keterangannya menjelaskan jika polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 1 unit mesin dong feng dan peralatan lengkap juga dua buah sendok pasir, 1 palu dan satu setengah karung pecahan batu yang diduga ada emasnya dari lokasi penambangan.

“Penangkapan terhadap Rian Budiono dan pekerja lainnya ini, saat anggota Polres Bengkayang melakukan razia penertiban PETI,” ujarnya Jumat (20/10/17).

Mereka ini lanjut Nanang Purnomo, sedang melakukan aktivitas PETI. Hasilnya, ke 11 pelaku dan juga berbagai peralatan mesin dong feng juga pecahan batu yang diduga mengandung emas dibawa ke Polres Bengkayang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Seperti yang ditegaskan oleh Kapolda Kalbar, kata Nanang bahwa penambangan emas ilegal ini memang menjadi menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan luar biasa.

“Para penambang emas ini kita proses sesuai hukum,” ujarnya melalui Kabid Humas Polda Kalbar.

Kapolda menegaskan, kata dia, hukum harus ditegakkan. Bukan hanya pekerja lapangan dan pendulang saja yang akan diproses, tetapi kembangkan kepada pengusaha, penampung dan pemodal yang membeli hasil tambang.

“Terhadap pelaku diterapkan UU Minerba sebagaimana yang diatur dalam UU RI NO. 04 Tahun 2009 jo 55 KUHP, dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda Rp 10 miliar,” pungkasnya. (andi)