Penertiban Pasar Bujang Hamdi Ketapang Berlangsung Ricuh

oleh
Kericuhan yang terjadi di Pasar Bujang Hamdi Ketapang

KETAPANG – Proses pembongkaran Pasar Bujang Hamdi yang dilakukan oleh Pemkab Ketapang pada Sabtu (21/10/17) pagi berakhir ricuh.

Massa yang menolak pembongkaran melempari petugas dengan batu. Pedagang yang berjaga untuk menolak pembongkaran sudah berkumpul dan menutup akses masuk ke pasar dengan kayu serta membakar meja dan kursi.

Berdasarkan pantauan B-ONETV di lokasi, kedatangan Petugas Gabungan dari Satpol PP, Polisi dan TNI memicu amarah massa yang berkumpul, sehingga membuat bentrokan pun tak bisa dihindarkan. Petugas meminta pedagang membuka blokade jalan masuk ke pasar. Sempat terjadi aksi saling dorong yang berujung pada kericuhan.

Saat dikonfirmasi, usai aksi pembongkaran, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ketapang, Edy Junaidi mengatakan sebelum melakukan pembongkaran paksa terhadap Pasar Haji Bujang Hamdi, pihaknya telah terlebih dahulu menjalankan mekanisme dan tahapan-tahapan sesuai aturan yang ada.

“Eksekusi hari bukan berarti kita semena-mena, mekanisme dan tahapan sudah dilakukan sesuai aturan dan perundang-undangan karena keberadaan pasar melanggar aturan perdagangan maupun Perda,” ungkapnya.

Baca: Inilah foto- foto kericuhan penertiban pasar Bujang Hamdi Ketapang

Ia melanjutkan, dalam eksekusi pembongkaran tersebut, sedikitnya terdapat 400 an personel gabungan. Ia menambahkan, pasca penertiban ini pihaknya bersama tim gabungan akan melakukan pengamanan di lokasi pasar selama satu bulan lamanya untuk menghindari adanya aktivitas pedagang,

“Kalau masih ada yang berdagang pasca ditertibkan, tentu akan kita tertibkan kembali sesuai aturan,” akunya. (Rizar)