Warga Tutup Jalan Masuk SMPN 4 Sungai Tabuk

oleh
Plang blokade yang dipasang warga di jalan menuju SMP N 4

MARTAPURA – Akses jalan menuju SMP Negeri 4 Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, diblok oleh warga karena dinilai mengganggu lalu lintas aktivitas masyarakat.

Jalan ditutup dengan menggunakan serpihan multirup yang ditopang dengan balok bertulisan menggunakan cat putih tetap di depan sekolah yang berbunyi “KENDARAAN/MENGANGKUT MATERIAL DILARANG LEWAT JALUR MUSALA AL-HIJRAH, WARGA,” “KENDARAAN DEWAN STAF GURU DILARANG LEWAT TTD WARGA,”.

Kepala sekolah SMP Negeri 4 Sungai Tabuk, Fitri Jamilah membenarkan adanya penutupan jalan akses menuju sekolahnya, oleh warga sekitar lantaran merasa terganggu.

Menurut Jamilah, masalah ini sudah sejak lama berlangsung, sehingga warga merasa terganggu dengan  aktivitas truk pengangkut kayu galam untuk pondasi bangunan sekolah waktu pertama kali dibangun.

“Waktu awal membangun sekolah, pemborong mengantar kayu galam untuk membuat pondasi bangunan, namun menurut warga truk yang lalu lalang sangat mengganggu aktivitas warga sekitar dikarenakan jalan yang sempit dan membuat jalan bertambah rusak,” ujar Jamillah.

Apalagi saat ini juga sedang ada pembangunan kelas Lab IPA dengan luas 10×15 m2 dan pengerukan halaman sekolah.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Rahmatillah saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (19/10/17) mengatakan, selama ini belum ada surat pemberitahuan laporan dari sekolah bersangkutan tentang penutupan akses jalan menuju sekolah yang di blok oleh warga.

“Kami belum dapat laporan dari pihak sekolah, nanti kami minta kepala sekolah untuk menyampaikan duduk masalahnya dan juga kita akan kordinasi dengan aparat desa dan aparat kepolisian setempat,” tuturnya.

Rahmat melanjutkan, SMP Negeri 4 Sungai Tabuk merupakan sekolah baru yang dibangun tahun pertama pada 2016 dan siswa yang terdaftar saat ini hanya sebanyak 123 siswa dengan 3 ruang kelas. Sementara sekolah masih belum memiliki kantor dewan guru lantaran ketiga kelas tersebut digunakan untuk aktivitas belajar mengajar para murid.

Untuk kedepannya saat ini juga masih berlangsung proses pembangunan lab IPA dengan anggaran Rp287 juta dan pengerukan tanah untuk halaman dengan anggaran Rp75 juta yang dilakukan swa kelola oleh sekolah menggunakan dana APBN.

“Tahun depan kita usahakan untuk menambah ruangan  kelas sebelum penerimaan siswa baru agar mencukupi ruang kelas belajar. Juga kita rencanakan akan membangun ruang guru, perpustakaan dan musholla,” pungkasnya. (syd)