Program Brigde Masuk Kampus Terus Digalakan

oleh
Ilustrasi - Olahraga Bridge

PALANGKA RAYA – Tak dipungkiri keberadaan cabang olahraga (cabor) bridge di kalangan masyarakat masih kurang diminati. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menumbuhkembangkan olahraga ini, dengan cara program brigde masuk kampus.

“Program ini tengah kami jalankan. Tapi sayang, harus terhenti sementara karena pelatih bridge yang mempunyai waktu dan kemampuan, untuk membantu program kami, meninggal dunia,” ungkap Ketua Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kalimantan Tengah (Kalteng), Syahril Tarigan, di Palangka Raya, Kamis (19/10/17).

Untuk itu dalam waktu dekat, pihaknya akan merekrut pelatih baru, yang memenuhi kriteria seperti pelatih yang sudah meninggal, agar program bridge masuk kampus tetap bisa berjalan, sehingga dapat mencetak atlet bridge yang mampu diandalkan di tingkat nasional.

Pasalnya, saat ini brigde Kalteng juga minim atlet, sehingga dengan atlet yang dimiliki saat ini, masih belum mumpuni dan sangat berat untuk bisa melangkah ke Pra PON. Tetapi diharapkan dengan upaya brigde masuk kampus dapat membantu permasalahan yang selama ini dihadapi.

“Basis dari olahrga bridge ini ada di universitas. Mahasiswa memiliki waktu lebih banyak dan daya pikirnya juga masih bagus dan lebih fokus. Kami juga memberi apresiasi kepada sejumlah instansi yang sudah menggelar even bridge, sehingga olahraga ini bisa eksis di Kalteng,” imbuhnya. (tva)