Kota Pontianak Belum Miliki UPT Kemeterologian, Ini Akibatnya Menurut Hiswana Migas

oleh
Ketua Hiswana Migas Kalbar, Hendra Salam

PONTIANAK – Ketua Hiswana Migas Kalimantan Barat, Hendra Salam meminta disegerakan adanya Unit Kemeterologian kota Pontianak.

Diakuinya memang saat ini unit tersebut sebelumnya sudah ada, namun dibawah wewenang Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan saat ini tengah masa peralihan ke Pemkot Pontianak. Menurut dia, tidak adanya unit tersebut membuat proses tera di SPBU menjadi terganggu. Untuk menera Dispenser SPBU saat ini harus didatangkan petugas dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Semuanya jadi terhambat. Kalau di sini di Kota ada akan lebih cepat. Yang sudah siap itu di Singkawang, Kubu Raya. Kota belum diserahkan dari Provinsi. Orang-orangnya sudah ada, barang-barangnya sudah ada, saya tidak tahu apa masalahnya, yang pasti itu akan menghambat pelayanan kita pada masyarakat,” beber Hendra kepada B-ONETV, Rabu (18/10/17).

Hendra mengatakan secara prosedur unit SPBU harus melakukan tera satu kali dalam setahun. Dengan tidak adanya petugas Tera membuat semuanya terlambat. SPBU, kata dia, memang bisa melayani meskipun tidak di tera, namun secara aturan SPBU tersebut ilegal.

“Ya kita bisa melayani, tapi kalau ditanya legal atau tidak, ya pasti ilegal karena sudah habis waktunya,” ungkapnya.

Hendra mengatakan sudah pernah menyampaikan hal tersebut ke Pemerintah Kota Pontianak. Namun, ia tidak mengetahui ada permasalahan apa sehingga proses pemindahan Unit Kemeterologian dari Provinsi jadi terlambat.

“Bagi saya bukan urusan saya, itu urusan pemerintah. Kita (SPBU,red) pemakai. Kalau itu tidak ada masyarakat juga yang dirugikan,” pungkas dia. (dede)