Sengketa Lahan, Warga Barut Diminta Tak Berbuat Anarkis

oleh
Bupati H. Nadalsyah saat menggelar rapat di aula setda, Selasa (17/10/17).

MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, Nadalsyah meminta masyarakat dalam menyelesaikan masalah sengketa dengan perusahaan untuk tidak berbuat anarkis.

Kata Nadalsyah dalam menyampaikan aspirasi haruslah dilakukan musyawarah dan komunikasi dengan baik. Hal ini, mengingat leluhur Suku Dayak ketika menyelesaikan masalah selalu dengan cara musyawarah yang memegang teguh azas kekeluargaan dengan falsafah Huma Betang.

“Investor yang melakukan investasi dan aktivitas agar dapat memperhatikan nilai budaya serta adat istiadat masyarakat di sekitar areal kegiatan,” kata Nadalsyah saat rapat deklarasi pengukuhan dan pematokan lahan Kelompok Tani Dayak Misik Desa Kamawen, Kecamatan Montallat dan tuntutan 7 desa terhadap PT. AGU di ruang rapat Setda, Selasa (17/10/17)..

Dalam rapat tersebut, bupati juga meminta agar warga masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,

Sebab dengan pegang teguh falsafah budaya leluhur guna terhindar dari adu domba dan pecah belah oleh oknum-oknum tertentu yang tidak menghendaki masyarakat hidup rukun dan aman.

“Mari kita jaga daerah kita yang sudah konduasif ini, bila ada permasalahan agar diselesaikan dengan duduk bersama satu meja dan rasa kekeluargaan. Bukankah ini yang sudah diajarkan pendahulu kita,” pungkasnya. (Bani)