Jelang Kunker Presiden, Persiapan HPS Capai 90 Persen

oleh
Ilustrasi - Hari Pangan Nasional

SANGGAU – Persiapan menyambut Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37 di Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang dijadwalkan 21 Oktober mendatang, diklaim sudah mencapai 90 persen.

Klaim tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H. John Hendri kepada wartawan Rabu (18/10/17).

“Sudah siap semuanya, tinggal merapi-rapikan lokasi pertemuan. Kalau bicara teknis padi, sudah fix. Alat yang digunakan untuk presiden juga sudah ada di lokasi,” katanya.

Yang menjadi kekhawatiranya adalah, terkait cuaca karena sulit diprediksi. Hal itu mengingat dalam beberapa pekan terakhir, Kabupaten Sanggau kerap diguyur hujan.

“Kita berusaha, ibaratnya dengan petuah-petuah orangtua dulu, upaya kita gunakan pawang, itu sudah kita komunikasikan dengan masyarakat setempat. Kita juga mohon kepada Tuhan agar hari H cuaca tidak hujan. Jangan sampai acara terpaksa dipadat-padatkan karena faktor cuaca,” ujarnya.

Sementara untuk pematang sawah yang akan digunakan Presiden Jokowi ketika melakukan panen padi, John mengaku pematang disiapkan tak terlalu mewah.

“Kita coba alamiah saja. Tidak ada tenda yang kita buat. Bangku juga kita bikin dari kayu. Sementara untuk pak Presiden dan Gubernur, kita siapkan semacam saung kecil, menggunakan atap daun, tidak menggunakan tenda. Bangku pun tidak ada kursi-kursian. Kita menggunakan tempat duduk dari kayu-kayu bulat. Lantainya dari bambu yang dibelah. Kita siapkan untuk 500 orang,” bebernya.

Hingga kemarin, berdasarkan jadwal yang diterima, rombongan Presiden akan tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung diarahkan ke areal panen.

“Sudah kita siapkan juga alat panen untuk Menteri dan Gubernur, katakanlah sekitar 10 menit. Kemudian beliau langsung menuju saung yang sudah kita siapkan. Kemudian kita lakukan acara pokok, paling tidak kan ada dulu semacam sambutan selamat datang dari Gubernur,” pungkasnya.

Dia menambahkan, pada acara nanti, pihaknya telah meminta Menteri Pertanian untuk menyampaikan konsep pengembangan lumbung pangan perbatasan yang berorientasi ekspor.

“Kalau bicara pangan kan tak hanya beras atau padi, kita bicara jagung dan kedelai. Konsepnya sedang dirumuskan oleh tim ahli. Harapan kita pak Menteri bisa menyampaikan konsep itu, sehingga kita sebagai orang perbatasan paling tidak bisa menangkap peluang-peluang apa yang bisa kita lakukan untuk memajukan daerah kita,” tuturnya. (indra)