Tiga Warga Asing Bekerja Di Barut, Ini Jawaban Dinas Tenaga Kerja

oleh
Ilustrasi - Pekerja asing

MUARA TEWEH –  Beberapa tahun belakangan, perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Barito Utara mengalami stagnasi. Jumlah pekerja juga berkurang. Begitu juga keberadaan pekerja asing mengalami pengurangan.

Sekarang ini, jumlah pekerja asing di Kabupaten Barito Utara, hanya tiga orang. Satu bekerja disektor pertambangan batu bara pada PT. Borneo Prima Coal dan tercatat sebagai warga negara Australia.

Sedangkan dua lagi berkewarganegaraan Cina di PT.KTC Coal Mining, juga pada sektor pertambangan batu bara di wilayah Kecamatan Teweh Tengah.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja,Transmigrasi, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaketranskop) Barut, SD. Aritonang, kepada B ONETV, Selasa (17/10/17) membenarkan adanya pekerja asing tersebut.

Menurutnya, tiga warga negara asing yang telah melakukan bekerja telah memiliki Ijin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) oleh perusahaan dimana merek bernaung. Dimana ijin tersebut telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat dengan visa kerja di beberapa provinsi termasuk di Kalimantan Tengah.

“Ada tiga orang karyawan perusahaan yang sudah dilaporkan pihak perusahaan dimana mereka bekerja. Ketiga tenaga asing ini memang dalam pengawasan kita,” kata SD. Aritonang.

Biasanya kata dia, ijin bekerja seorang warga negara asing bukan saja disatu tempat. Tetapi dibeberapa wilayah. Hal ini, untuk mempermudah agar mereka tidak dideportasi. Misalkan ijin mereka hanya di luar Kalimantan, tetapi pada kenyataannya dia melakukan aktivitas di wilayah Barut, maka ini sudah menyalahi ketentuan. Oleh sebab itu setiap ada pekerja asing akan dilakukan pemantauan.

“Karena setiap pekerja asing yang memiliki IMTA, harus membayar dengan pemerintah sesuai dengan undang undang ketenagakerjaan,” tegasnya.

SD.Aritonang juga mengingatkan, kepada perusahaan yang telah mempekerjakan warga negara asing agar melaporkan keberadaannya. Sebab ini untuk memudahkan pengawasan, karena ditakutkan yang bersangkutan menyalahgunakan visa.

“Memang baru dua perusahaan yang telah memberitahukan, karayawan asingnya kepada pemerintah. Tapi kemungkinan bisa bertambah. Sebab beberapa minggu lalu kita mendapat informasi, jika perusahaan gas di Kecamatan Lahei memiliki beberapa tenaga asing. Inilah yang kita lacak, apakah mereka sudah memiliki dokumen lengkap atau sebaliknya,” pungkas SD. Aritonang. (Bani)