Pembagian KIP di Kotabaru Belum Tepat Sasaran, Ini Alasan Dinas Pendidikan

oleh
Kepala Seksi Peserta Didik SD dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Afriandi

KOTABARU – Kepala Seksi Peserta Didik SD dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Afriandi menjelaskan terkait belum meratanya pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Kata dia, untuk mekanisme data Kartu Indonesia Pintar (KIP) diambil dari statistik dan kemudian diserahkan ke Kementerian Sosial RI lalu disalurkan ke daerah melalui instansi terkait.

“Dinas Pendidikan sendiri sama sekali tidak ada hubungannya, dan kami disini hanya menyalurkannya saja,” ujarnya saat dijumpai pada ruang kerjanya, Selasa (17/10/17).

Dikatakannya lebih jauh, setelah sebagian data di cek di Badan Pusat Statistik (BPS) ternyata memang belum semuanya akurat dalam artian ada sebagian penerima bantuan dinilai masih mampu. Untuk klasifikasi bantuannya sendiri, kelas 1 SD Rp225 ribu/orang pertahun, kelas 2-6 Rp450 ribu/tahun, siswa SMP Rp750 ribu kalau kelas 3 Rp375 ribu, SMA/SMK Rp1 juta kalau dikelas 3 SMA Rp500 ribu.

“Bagi penerima KIP tidak diserahkan begitu saja tapi orang tua siswa harus terlebih dahulu masuk di dalam program tersebut dan syarat bagi siswanya diantaranya rentan putus sekolah, penghasilan orang tua kurang dari Rp1 juta/bulan dan sebagainya,” jelasnya.

Masih kata dia, KIP juga nanti akan diganti menjadi kartu ATM dan hal itu bertujuan agar siswa bisa belajar menabung dan boleh dengan saldo Rp0, selain itu juga boleh tidak melakukan transaksi selama 2 tahun tentunya itu kemudahan yang diberikan.

“Dengan adanya program KIP diharapkan tidak ada lagi siswa yang putus sekolah. Disamping itu, pihak sekolah juga bisa mengusulkan siswa yang dinilai kurang mampu kepada operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Khusus untuk Dapodikdas menangani siswa SD dan SMP, untuk SMA Dapodikmen dan pada tingkat PAUD Dapodik PAUD,” terangnya pula.