Cegah Penyebaran Rabies di Sekadau, Vaksinasi HPR Terus Dilakukan

oleh
Petugas sedang memberikan suntikan pada seekor anjing

SEKADAU – Pemkab Sekadau terus berupaya mengantisipasi penyebaran rabies di wilayahnya. Hingga saat ini, hampir seluruh wilayah di Bumi Lawang Kuari sudah dilakukan vaksin HPR oleh tim Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau.

Terlebih dengan kejadian kasus gigitan anjing terhadap bocah 5 tahun asal Saka Tiga, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Bocah 5 tahun pasien meningitis suspect rabies itu telah meninggal dunia. Bahkan, pihak RSUD Sekadau kembali menangani pasien yang terkena gigitan anjing.

Plt Direktur RSUD Sekadau, Henry Alpius mengatakan, saat ini pihaknya sedang merawat seorang pasien yang terkena gigitan anjing. Pasien yang baru berusia 9 tahun itu berasal dari Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu.

“Hanya saja, pasien terkena gigitan anjing di Desa Mondi pada hari Rabu. Sementara hari Jumat baru dibawa ke Puskesmas untuk disuntik VAR,” ujar Henry saat dikonfirmasi B-ONETV.

Henry mengatakan, gigitan tersebut berada di kaki pasien hingga bengkak dan harus dibawa ke rumah sakit. Makanya, pihak rumah sakit masih mengobservasi kondisi pasien tersebut.

“Kondisinya hanya panas, karena ada infeksi yang sudah seperti bisul pada bekas gigitan itu. Sekarang masih diobservasi, mudah-mudahan kondisinya bagus,” ucapnya.

Sementara untuk masa inkubasi atau waktu yang diperlukan virus berkembang hingga menyebabkan gejala yaitu tujuh hingga 90 hari. Namun, kata Henry, yang paling penting adalah ketika kena gigitan langsung diberikan VAR untuk kekebalannya.

“Kemudian nanti akan dilihat anjingnya. Yang paling penting pasien mendapatkan VAR,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau, Mardiani mengatakan, adapun ketersediaan vaksin hewan penular rabies (HPR) berasal dari pengadaan Kabupaten dan juga bantuan dari Provinsi Kalbar.

“Vaksin pengadaan kabupaten hanya 6000, sedangkan 7000 berasal dari bantuan provinsi. Dan 6648 vaksin HPR sudah digunakan, sehingga yang tersisa vaksin sebanyak 6352,” tuturnya.

Saat ini hampir seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Sekadau sudah dilakukan vaksin HPR, untuk mencegah meluasnya penyebaran rabies.

“Hampir semua kecamatan sudah divaksinasi HPR, tinggal Kecamatan Belitang,” pungkasnya. (Yahya)