TWKM Mapala se-Kalbar Bahas Isu Lingkungan

oleh
Pamplet TWKM

PONTIANAK – Pembukaan Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) ke VIII Mahasiswa Pencinta Alam tingkat Perguruan Tinggi Se-Kalimantan Barat yang dilaksanakan Mapala Enggang Gading IAIN Pontianak di Gedung Theater IAIN Pontianak, Senin (16/10/17) sukses dilaksanakan.

Ketua pelaksana kegiatan, Hendy Suhendry mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari di dua lokasi yang berbeda, yaitu di dalam kampus IAIN Pontianak untuk kegiatan Temu Wicara dan di pantai Kura-kura untuk kenal medannya.

“Dalam temu wicara nanti, para peserta dari perwakilan masing-masing Mapala akan mengelar berbagai sidang guna membahas isu-isu yang terkait dengan keberadaan temu wicara dan kenal medan, serta isu-isu seputar lingkungan. Dan selanjutkan akan menjadi rekomendasi untuk pertemuan tingkat Nasional serta sebagai acuan penyelenggara TWKM kedepannya,” ujar Hendi.

Sementara itu, Wadek III FUAD IAIN Pontianak, Dra. Fitri Kusumayanti, M.Psi sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Mapala Enggang Gading IAIN Pontianak. Menurutnya, banyak hal positif yang telah ditunjukkan Mapala Enggang Gading di kampus IAIN. Untuk itu, sebagai unit kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada pelestarian lingkungan, diharapkan dapat memberikan kontribusi mendasar terhadap hal itu, khususnya di dalam kampus.

“Kita berharap Mapala dapat memberikan kontribusi mendasar terhadap pelestarian alam dan lingkungan sekitar. Dan sebagai satu-satunya UKM yang memiliki orientasi pada pelestarian alam, diharapkan mapala dapat berperan sesuai dengan keberadaannya di kampus,” harap Fitri.

Budi Arnanda, selaku Ketua umum juga berharap, keberadaan Mapala Enggang Gading di kampus IAIN dapat memberikan warna tersendiri bagi para mahasiswa yang ada, untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian dan pelestarian alam dan lingkungan yang ada.

“Sehingga keberadaan Mapala sebagai organisasi kepencinta alaman di kampus, dapat menjadi pion penggerak terhadap pelestarian alam dan juga lingkungan di Kalimantan Barat dan sekitarnya,” pungkas Budi. (fsl)