RSUD Sekadau Rawat Pasien Suspect Rabies

oleh
Ilustrasi

SEKADAU – Pelaksana Tugas Direktur RSUD Sekadau, Henry Alpius mengatakan, pihaknya saat ini sedang merawat seorang pasien yang terkena gigitan anjing. Pasien berusia 9 tahun itu, kata dia, berasal dari Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu.

“Hanya saja, dia (pasien, red) digigitnya di Desa Mondi, Rabu digigit, Jumat dibawa ke Puskesmas disuntik VAR,” beber Henry saat dikonfirmasi, Senin (16/10/17).

Henry mengatakan, gigitan tersebut berada di kaki pasien dan bengkak hingga dibawa ke rumah sakit. Sejauh ini, kata dia, pihaknya masih mengobservasi kondisi pasien tersebut.

“Kondisinya hanya panas, dicurigai dokter karena ada infeksi sudah seperti bisul pada gigitan itu. Sekarang masih diobservasi, mudah-mudahan kondisinya bagus,” tuturnya.

Adapun, kata Henry, untuk masa inkubasi atau waktu yang diperlukan virus berkembang hingga menyebabkan gejala yaitu tujuh hingga 90 hari. Namun, kata Henry, yang paling penting adalah ketika kena gigitan langsung diberikan VAR untuk kekebalannya.

“Kemudian nanti akan dilihat anjingnya. Yang paling penting pasien mendapatkan VAR,” pungkasnya

Sebelumnya, pasien meningitis suspect rabies asal Saka Tiga, Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu meninggal dunia. Bocah berusia 5 tahun itu mengalami kritis akibat digigit anjing peliharaan orang tuanya. Saat ini, RSUD Sekadau juga merawat pasien baru berusia 9 tahun yang terkena gigitan anjing. (Yahya)