Ketua GMdM Palangka Raya Nasihati Pencandu Obat Daftar G

oleh
Ketua Garda Mencegah dan Mengobati (GDdM) Palangka Raya, Jeftha Syukur Anton, saat memberikan susu cair ke Ardiris, pemuda pengguna obat daftar G, yang ditemui warga di pinggir jalan

PALANGKA RAYA – Setelah mendengar informasi adanya pemuda paruh baya yang ditemui warga tak sadarkan diri, di pinggir Jalan Raden Saleh Kota Palangka Raya, akibat mengkonsumsi obat daftar G. Ketua Garda Mencegah dan Mengobati (GMdM) Palangka Raya, Jeftha Syukur Anton, langsung menuju ke lokasi. Namun pemuda ini telah diamankan ke Polsek Pahandut Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Ia pun kemudian bergegas menuju ke sana, untuk bertemu pemuda pencandu obat-obatan terlarang itu, di dalam ruang tahanan. Dua kaleng susu cair ia berikan kepada pemuda itu, agar pengaruh obat cepat hilang. Bahkan Anton menyuruh pemuda ini push up dan gerak lainnya,agar keluar keringat.

Selang beberapa waktu kemudian, Anton mengajak pemuda itu, berbicara dari hati ke hati. Walau masih belum bisa diajak komunikasi secara jelas karena masih terpengaruh obat yang dikonsumsinya, namun perlahan-lahan ia dapat menjelaskan identitas dirinya.

Awalnya pemuda ini mengaku bernama Ali. Tetapi setelah diminta agar tidak berbohong iapun akhirnya mengatakan namanya yang benar. Ardiris. Inilah namanya. Usianya 30 tahun. Belum berkeluarga dan tinggal di Jalan Jambu.

Setelah ditanya lebih lanjut, Ardiris mengaku sudah cukup lama mengkonsumsi obat jenis Carnophen yang dibelinya dari “bawah”. Hampir setiap hari ia menelan pil jin ini.

Mendengar hal itu, Anton kemudian memberi nasihat yang cukup membuat Ardiris sadar akan kesalahannya. Kendati masih belum bisa dipegang omongannya, tapi Ardiris berjanji akan menjauhi obat terlarang itu.

“Ingat jangan sampai ikam yang jadi korban karena obat ini. Kadak kasihan kah sama abah kam,” ujar Anton dengan nada sedikit keras. Astagfirlullah, hanya kalimat ini yang terucap dari mulut Ardiris. (tva)