Jelang Pilkada, Warga Diingatkan Tidak Terpancing Isu Sara

oleh
Gubernur Kalbar, Cornelis

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengimbau masyarakat, untuk tidak terpancing isu menyesatkan, yang dapat memecah belah pesatuan dan kesatuan, terlebih menjelang pilkada serentak 2018.

“Suhu politik di provinsi Kalbar mulai menghangat, menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018,” ujar Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, MH.

Cornelis menerangkan, meski tahapan pilkada itu masih terlalu dini, namun sejumlah isu menyesatkan mulai bertebaran di dunia maya, khususnya di jejaring media sosial.  Oleh karenanya, Gubernur Kalbar Cornelis meminta masyarakat tidak terpengaruh isu berbau SARA yang berkembang di media sosial.

Menurutnya, menjaga persatuan dan kesatuan demi percepatan pembangunan, adalah hal yang harus dikedepankan, dibanding ikut ambil bagian mengembangkan isu SARA, terlebih pada pilkada serentak nanti.

Sedangkan untuk aparatur pemerintah daerah, Gubernur Cornelis menginstruksikan jajarannya agar menjadi garda terdepan menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Saya minta kepada jajaran pemerintah daerah ikut menetralisir isu SARA dan berita berita bohong (hoax), yang berkembang di jejaring media sosial. Apalagi Kalbar termasuk wilayah rawan konflik pilkada 2018,” tegasnya.

Dibagian lain, Cornelis yang juga menjabat sebagai ketua partai politik itu mengajak seluruh elit politik lokal, untuk berpolitik dengan santun dan tidak menggunakan isu SARA pada persaingan Pilkada, baik di lima kabupaten dan kota, maupun pilkada Gubernur Kalbar yang dihelat bersamaan.

Kekhawatiran pemerintah daerah terkait adanya potensi gangguan keamanan pada pilkada serentak 2018 itu, sejalan dengan analisa yang dikeluarkan Kapolisian Republik Indonesia, bahwa Provinsi Kalbar menjadi satu dari tiga daerah yang rawan konflik, pada pilkada serentak tahun 2018. (Budi)