Anggota Pendukung Partai Gerindra Banjar Melambung Di Sipol KPU RI

oleh
Daftar anggota Partai Gerindra Banjar

MARTAPURA –  DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menduga Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU RI “bermasalah”.

Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar, Khairuddin usai melakukan penyampaian data faktual salinan KTA dan KTP anggota pendukung partai berlambang burung garuda ke KPUD Banjar, Sabtu (14/10/17) siang tadi.

Khairuddin mengungkapkan, data faktual salinan KTA dan KTP yang mereka bawa hari ini (Sabtu-red) dikembalikan KPUD Banjar, dengan alasan masih tidak sesuai susunan dan urutan anggota pendukung dengan yang ada di Sipol.

“Salinan KTA dan KTP anggota pendukung partai Gerindra Kabupaten Banjar yang kami bawa, belum bisa diterima KPUD Banjar, alasannya susunan dan urutan anggota tidak sama antara salinan dengan di Sipol,” jelasnya.

Khairuddin mengatakan, seraya memperlihatkan salinan pada sipol, penyebab tidak sesuai sipol dengan salinan lantaran data anggota pendukung partai Gerindra pada sipol melambung jauh dari jumlah yang dikirimkan ke DPP Partai Gerindra. Bahkan data orang-orang yang masuk dalam sipol, justru tidak dikenal, sehingga mempengaruhi susunan dan urutan dalam salinan asli.

“Anggota Partai Gerindra Kabupaten Banjar melambung dalam sipol, yang kami kirim ke DPP Gerindra untuk diinput ke Sipol KPU RI, 791 anggota beserta data KTA dan KTP, tapi di Sipol melambung jadi 1000 anggota, bahkan masuk data anggota yang bukan anggota kami, jadi sudah jelas kami tidak memiliki salinan KTA dan KTP nya,” katanya.

“Yang dipermasalahkan KPUD Banjar, urutan dan susunan anggota Partai Gerindra Banjar tidak sesuai antara salinan dengan di sipol, lantaran banyak bergeser akibat masuk data diluar anggota kami,” lanjutnya.

Khairuddin mengaku curiga ada masalah pada Sipol KPU RI, hingga terjadi seperti ini karena permasalah ini bukan hanya pada partai Gerindra saja, melainkan juga terjadi pada partai-partai politik calon peserta pemilu 2019 lainnya.

“Kemungkinan besar kesalahannya ada pada Sipol KPU RI,” katanya curiga.

Sementara itu, Ketua KPUD Kabupaten Banjar, Fajeri Tamdzidillah saat dikonfirmasi membantah kalau ada masalah pada sipol.

“Sipol saat ini aman-aman saja nggak ada masalah, justru saya minta ke partai-partai politik untuk menanyakan ke DPP mereka masing-masing soalnya yang melakukan penginputan dari DPP partai politik ke KPU RI,” katanya membantah. (pri)