Ratusan Batang Kayu Ilegal Diamankan Polres Kayong Utara

oleh
Ratusan batang kayu ilegal yang diamankan Polres Kayong Utara

KAYONG UTARA – Polres Kayong Utara, Kalimantan Barat mengamankan 4 tersangka pembabatan kayu di dalam kawasan Taman Nasional.

Dari ke 4 tersangka yang diamankan satu diantaranya pemilik kayu, dan sisanya berperan sebagai pemotong kayu. Kayu yang diamankan Polres Kayong Utara ini berjenis kayu durian, yang sudah di potong-potong berukuran besar dan ditumpuk di tepi jalan baru, yang berada di Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana.

Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Kurniawan mengatakan berdasarkan koordinasi dengan pihak Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) kayu tersebut benar di dalam kawasan, sehingga murni kayu ilegal. Adapun jumlah kayu yang diamankan pihak Kepolisian Polres Kayong Utara ini diakuinya berkisar kurang lebih 300 batang.

“Ya kurang lebih 300 batang kayu yang kita amankan. Kayu itu di dalam kawasan Taman Nasional, itu berdasarkan koordinasi kita dengan pihak TNGP,” jelas AKBP Arief Kurniawan, Jumat (13/10/17).

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi. Dan tidak menutup kemungkinan di dalam proses pengembangan ini ditemukan pelaku lainnya.

“Masih pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi, tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat, “tambahnya.

Kapolres berkomitmen tidak akan memberikan peluang untuk penebang hutan, terlebih di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

“TNGP harus kita jaga dan lestarikan, tidak boleh dirambah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, “tegasnya.

Sementara itu, pihak TNGP sendiri belum bisa memberikan keterangan yang banyak.

“Ada diamankan kayu, tapi saya belum berani menyampaikan kayu itu masuk dalam kawasan atau tidak, karena saat ini masih diproses di Polres, maaf ya mas,” kata Kepala Seksi 1 BTNGP Sukadana, Bambang Tri Marsito saat dihubungi lewat selularnya.

“Untuk lokasi kami masih perlu melihat diatas peta, masuk atau tidak jadi saya belum bisa memberikan keterangan lengkap,” jelasnya lagi. (rossi yulizar)