Bendungan Merowi ‘Mati Suri’, Legislator Sanggau Anggap Pemerintah Mubazir

oleh
Bendungan Merowi Terbesar di Kalbar Yang Tidak Difungsikan Untuk Pengembangan Sektor Pertanian.

SANGGAU– Ketua Komisi A DPRD Sanggau, Kalimantan Barat Hendrikus Bambang mendesak pemerintah memfungsikan kembali bendungan Merowi yang terletak di Kecamatan Kembayan.

Menurutnya, bendungan yang dibangun di masa orde baru itu telah menelan dana ratusan miliar rupiah, namun sayangnya tidak difungsikan oleh Pemerintah.

“Lain Menteri lain kebijakannya, mestinya proyek itu dibuat berdasarkan kebutuhan. Nah, maksud pemerintah waktu itu begitu proyek bendungan dibangun dan sudah berfungsi, di sekitar itu ada lahan pertanian, kok anehnya, persawahan yang dibangun jauh dari lokasi bendungan, itukan lucu dan mubazir bendungan itu,” kata Bambang, Jumat (13/10/17).

Bambang menduga, ego sektoral menjadi pemicu tidak dilanjutkannya pemanfaatan bendungan Merowi. Dia meminta pemerintah melalui Kementerian dan Dinas berwenang harus membangun sinergi baru dengan masyarakat petani supaya ada action plan yang jelas dalam upaya revitalisasi irigasi dan lahan persawahan Merowi.

“Ini sangat penting untuk kita lakukan dalam rangka menciptakan swasembada beras di Kabupaten Sanggau. Setelah itu jalan, barulah kita bisa bicara eksport beras. Tapi jangan kita balik situasinya, canangkan eksport beras tetapi belum punya areal pertanian yang modern dan berkelanjutan,” kata dia.

Sebagai satu-satunya bendungan terbesar di Kalimantan Barat, Anggota DPRD Daerah perbatasan itu sangat menyayangkan tidak difungsikannya kembali bendungan tersebut untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Sanggau khususnya.

“Mudah-mudahan saat kunjungan bapak Presiden ke Desa Tunggal Bhakti nanti bapak presiden berkenan kiranya melihat kondisi bendungan Merowi, kami berharap bendungan ini difungsikan kembali, dibangun juga areal persawahan disekitar situ,” harapnya. (indra)