Zenit Rambah Santri, Pemkab Banjar Bentuk BNN

oleh
Sekretaris Komisi 1 DPRD Banjar, Farhat Mubarak

MARTAPURA – Di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, peredaran Narkoba dan obat-obatan terlarang sudah memasuki tingkat yang cukup mengkhawatirkan. Bahkan penyalahgunaan obat daftar G yang saat ini sedang merajalela dan populer dan dikenal dengan nama Carnophen alis Zenit, sudah merambah hingga ke para santri pondok pesantren.

“Saya prihatin dengan situasi peredaran narkoba terutama obat yang sudah dicabut izin edarnya oleh pemerintah yakni Carnophen alias Zenit,” ungkap Sekretaris Komisi 1 DPRD Banjar, Farhat Mubarak.

Menurutnya, peredaran Carnophen atau Zenit bukan saja di kalangan masyarakat umum, namun sudah merambah hingga ke para santri pondok pesantren.

“Sangat miris saya melihatnya. Peredaran obat jenis Carnophen atau Zenit ini sudah meracuni hingga ke anak-anak santri,” katanya.

Untuk itu, dirinya bersama Komisi 1 DPRD Banjar serta Pemerintah Kabupaten Banjar sedang konsen memperjuangkan pengusulan pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banjar dan mentargetkan launching tahun 2018 mendatang.

“Semoga tahun depan sudah terbentuk,” harapnya.

Selain itu, dirinya juga akan membentuk Gerakan Masyarakat Anti Narkoba yang nantinya akan melibatkan Kepala Desa hingga Rukun Tetangga (RT) guna mengantisipasi dan mencegah peredaran narkoba.

“Namun gerakan ini tetap akan berkoordinasi dengan pihak berwajib seperti BNN dan Satuan Reserse Narkoba setempat,” jelasnya. (pri)