Sertifkasi Lahan Pertanian di Sanggau Akan Diselesaikan

oleh
Ilustrasi - Sertifikat tanah

SANGGAU – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terus berupaya menyelesaikan sertifkasi lahan pertanian untuk mempertahan pertanian berkelanjutan dan menghindari alih fungsi lahan.

Bahkan di tahun 2016, 250 Persil tanah sawah petani yang sudah tersertifikasi sudah diselesaikan. Sementara pada tahun 2017 akan diusulkan 400 persil.

“Tahun ini baru mau kita usulkan sekitar 400 persil sehingga total 650 persil,” kata Kepala Dishangpang Hortikultura Kabupaten Sanggau, John Hendri kepada wartawan, Kamis (12/10/17).

Makanya John merasa optimis mampu menyelesaikan 400 persil di tahun 2017.

“Harapan kita seperti itu, sekarang semuanya sedang diurus BPN, dan saat ini sedang dalam proses,” kata John.

Apalagi lanjut John, sertifikasi dilakukan pemerintah dengan menggunakan dana APBN. Dan pihaknya hanya menyiapkan lokasi dan petani, yang selanjutnya akan dikoordinasikan dengan BPN.

Sementara untuk lahan cetak sawah di Kabupaten Sanggau saat ini seluas kurang lebih 30 hektar yang tersebar di 15 Kecamatan.

Disinggung target selesainya sertifikasi lahan, John mengaku disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.

“Kalau satu tahun kita dapat nyelesaikan 500 persil saja, sudah lumayan, karena ini masih disubsidi oleh APBN,” ucapnya.

Dia menegaskan, disetiap pertemuan dengan petani, dirinya selalu mengingatkan agar petani fokus mengembangkan pertanian dengan meningkatkan produksi dan jangan sampai mengalihfungsikan lahan pertanian yang ada untuk kepentingan lain.

“Bapak bupati juga sering mengingatkan agar petani fokus mengembangkan pertaniannya, dan jangan sampai lahan sawah dialihfungsikan untuk sawit dan sebagainya,” tutur dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sanggau, Fransiskus Ason dikonfirmasi via selular, Kamis (12/10/17) mendorong Dinas terkait segera menyelesaikan sertifikasi lahan pertanian dalam rangka mewujudkan pertanian berkelanjutan.

Menurutnya, jika petani sudah mendapat status lahan yang jelas, otomatis akan mempermudah mereka mengembangkan pertanian. Namun, politisi Golkar itu tidak lupa mengingatkan agar petani tidak mengalihfungsikan lahan yang sudah dibangun pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan

“Gunakan lahan yang ada itu untuk meningkatkan taraf ekonomi petani, kelola betul lahan yang ada, supaya nanti mereka bisa sejahtera,” pesannya. (indra)