Penyandang Difabel Bahagia Bakal Terima Kaki Palsu

oleh
Owner Kopi Jos Palangka Raya, Rizky Badjuri dan Ketua Yayasan Kick Andy, Ali Sadikin dengan sejumlah penerima kaki palsu gratis

PALANGKA RAYA – Rasa haru terpancar dari 27 penyandang difabel asal Bumi Tambun Bungai, saat kaki mereka yang sudah diamputasi diukur, untuk mendapatkan kaki palsu gratis dari Yayasan KIck Andy, dengan fasilitasi owner Kopi Jos Palangka, Rizky Badjuri.

Pengukuran langsung dilakukan Sugeng, pembuat kaki palsu dan Ketua Yayasan Kick Andy, di Kopi Jos Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (12/10/17). Bahkan Rizky dan sang istri, diminta Ali Sadikin untuk belajar mengukur kaki palsu.

Para penyandang difabel ini, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Pasalnya untuk  membeli satu kaki palsu mencapai harga jutaan. Apalagi kebanyakan mereka berasal dari keluarga tidak mampu.

Yuliani (55 tahun) warga Seruyan, yang datang ditemani suaminya, sangat bahagia karena tak lama lagi dapat berjalan walau tidak sempurna. Kali kanannya diamputassi sudah setahun lamannya karena penyakit diabetes.

Kebahagiaan juga dirasakan Rosdiana (48 tahun).Walaupun memang sulit baginya untuk menghilangkan perasaan sedih, karena mesti kehilangan kaki kirinya akibat kecelakaan yang menimpanya 4 bulan lalu.

Sebelum pengukuran kaki palsu, Sugeng sang pembuat kaki palsu memberikan semangat bagi para penyandang difabel ini. Hidup tidak boleh berhenti, meskipun tidak memiliki kaki yang utuh.

Hal senada juga diungkapkan Keuta Yayasan Kick Andy, Ali Sadikin, yang meminta agar mereka tetap semangat untuk terus melanjutkan hidup tanpa perlu lagi memikirkan kejadian yang menimpa mereka.

Ia memberi apresiasi kepada Rizky Badjuri yang telah gigih memperjuangkan penyandang difabel untuk bisa mendapatkan kaki palsu secara gratis melalui Yayasan Kick Andy.

Menurutnya, jarang sekali sosok seperti Rizky, kendati sudah hidup berkecukupan, tetapi masih mau memikirkan nasib orang lain.

Kopi Jos Palangka Raya, memang dikenal sering melakukan kegiatan sosial bagi orang tidak mampu seperti operasi bibir sumbing dan sunatan gratis serta kegiatan lainnya. (tva)