Nadalsyah : Barito Utara Daerah Penghasil Gas, Listrik Harus Prioritas

oleh
Bupati Barut, H. Nadalsyah bersama manager PLN wilayah Kapuas Moch Rochim, kepala PLN ranting Muara Teweh Permono Gunawan,saat launching listrik di Desa Ketapang, Rabu (11/10/17). Foto : Ban

MUARA TEWEH – Listrik memang menjadi kebutuhan masyarakat sebagai penunjang kehidupan, karena tanpa listrik masyarakat akan terisolir, sehingga listrik sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam memberikan kesejahteraan maupun pelayanan terhadap masyarakatnya.

Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah saat meresmikan PLTD di Desa Ketapang, Rabu kemarin (11/10/17), sangat mengapresiasi langkah PLN yang telah membangun jaringan listrik hingga dapat dinikmati warga, khususnya di Kecamatan Gunung Timang.

Menurutnya, hingga saat ini hanya sebagian wilayah perdesaan yang sudah dialiri listrik, sedangkan sebagian lainnya masih belum, contohnya di Kecamatan Lahei Barat dan Lahei. Padahal wilayah itu merupakan penghasil gas untuk kebutuhan PLN, bukan saja Kalimantan Tengah, akan tetapi Kalimantan Selatan.

Sudah sepatutnya sebagai daerah penghasil gas sangat wajar masyarakat menuntut seluruh Desa di dua kecamatan tersebut dialiri lisitrik, sebagai kebutuhan dalam meningkatkan kesejahteraan.

Tambah Nadalsyah, wilayah Lahei Barat dan Lahei merupakan ring satu, tapi hingga kini harapan masyarakat masih belum terwujud. Oleh sebab itu, pemerintah daerah tak henti-hentinya dalam memperjuangkan aspirasi seluruh warga.

“Sebagai wilayah ring satu atau daerah penghasil gas masih banyak desa belum teraliri listrik ” ungkap Koyem sapaan akrabnya.

Dalam hal ini, Nadalsyah pun meminta kepada pihak PLN, agar pada tahun 2018 seluruh desa di Barito Utara dapat diterangi listrik. Karena sangat wajar tuntutan masyarakat, adanya penerangan tidaklah berlebihan.

“Karenanya kita minta kepada PLN agar masyarakat yang berada di wilayah penghasil gas diperhatikan dan juga wilayah lainnya,” ungkap Nadalsyah. (Ban)