Kejari Murung Raya, Terima Laporan Dugaan Korupsi SPAM

oleh
Foto - foto kondisi Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) yang berada di lokasi air terjun Tosah Desa Muara Jaan, Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah yang sampai sekarang belum selesai

MURUNG RAYA – Laporan dugaan korupsi pembangunan proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) di lokasi air terjun Tosah, Desa Muara Jaan, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, selain diusut Polres Murung Raya, juga menjadi perhatian Kejaksaan Negeri Murung Raya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri Murung Raya, Robert P. Sitinjak, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus),  M. Uswah Ammar mengatakan, laporan dugaan korupsi itu disampaikan Ketua DPD LSM Komunitas Pemantau Korupsi (KPK) Murung Raya, Ahmad Aswadi, terkait kasus proyek  SPAM tahun 2014.

“Kita akan melakukan rapat internal dahulu dengan melibatkan pimpinan dilingkup Kejaksaan Negeri Murung Raya. Jika nantinya sudah digelar rapat internal, tentunya  jawaban tertulis akan kami sampaikan kepada ketua DPD LSM KPK Murung Raya, sebagai pelapor atas kasus proyek SPAM 2014 yang menelan APBD senilai Rp1,3 miliar,” ungkap M. Uswah Ammar, beberapa waktu lalu.

Sementara Ahmad Aswadi mengatakan, selain melaporkan ke pihak Kejaksaan Negeri Murung Raya, dirinya juga melaporkan kasus yang sama ke Polres Murung Raya.

Dalam laporan yang dilayangkan ke Polres Murung Raya, Ahmad Aswadi melaporkan terkait pembangunan proyek SPAM tahun anggaran 2013 dengan pagu anggaran kurang lebih senilai Rp3 miliar.

Sebelumnya, Kapolres Murung Raya, AKBP Andy Rumahorbo melalui Kepala Unit I Tipikor, Ipda Nurdin mengatakan, pengusutan kasus proyek SPAM tahun 2013 sebagai tindaklanjut atas laporan yang disampaikan ketua LSM DPD  Komunitas Pemantau Korupsi Murung Raya.

Dalam prosesnya sendiri, pihak kepolisian sudah memanggil beberapa saksi yang berkaitan langsung dengan proyek tersebut. Salah satunya Krisna Dehen, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Murung Raya saat itu, yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Murung Raya.

“Saat in ipenyidik tengah bekerja keras untuk mengumpulkan data-data pendukung, serta menunggu hasil audit pihak BPKP perwakilan Kalteng. Jika nantinya dari hasil gelar perkara internal terbukti adanya  indikasi penyimpangan, maka akan dilakukan gelar perkara lanjutan di Polda Kalteng,” ungkap Ipda Nurdin.

Disampaikan Ipda Nurdin, data-data sudah lengkap semua, maka status proyek SPAM akan ditingkatkan menjadi penyidikan yang sekaligus menetapkan pihak yang bertanggungjawab dan penetapan para tersangka. (Supriadi)