Kaum Hawa di Palangka Raya, Antusias Ikuti Deteksi Dini Kanker Serviks

oleh
Ibu-ibu ini sedang menunggu panggilan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks

PALANGKA RAYA – Sekitar 500 kaum hawa, berbondong-bondong mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, guna mengikuti pemeriksaan gratis deteksi dini kanker serviks, dengan melakukan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Aula Sasana Kejati, Kamis (12/10/17).

Di sela-sela kegiatan, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng, A Herman mengatakan, kegiatan itu dalam rangka memperingati bulan peduli kanker internasional dan menyukseskan program nasional yang dicanangkan  pemerintah pusat, wanita Indonesia  bebas dari kanker serviks.

“Kita punya kepedulian sebagai anggota masyarakat yang menginisiasi kegiatan ini, peduli terhadap penyebaran atau tingkat prevalensi kanker serviks yang terus meningkat. Makanya itu, kita cukup prihatin,” kata Herman.

Untuk pelaksanaan kegiatan itu, Kejati Kalteng bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kalteng dan Kota Palangka Raya, RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya dan BPJS Kesehatan yang menyediakan peralatan dan tenaga medis.

Herman mengimbau, kepada seluruh kejaksaan negeri di seluruh kabupaten, agar dapat menyelenggarakan kegiatan yang sama, walaupun waktunya tidak bersamaan namun masih didalam Oktober ini sebagai bulan peduli kanker internasional.

Ia yakin masyarakat akan antusias dengan adanya pemeriksaan kanker serviks.

“Terbukti pada kegiatan kali ini, yang hanya menargetkan 300 orang, ternyata melebihi jumlah dari yang ditargetkan,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, dr Suprastija Budi, memberi apresiasi kepada Kejati, karena berhasil menarik antusias ibu-ibu untuk ikut mendeteksi dini kanker serviks dengan cara tes IVA, sehingga dapat mencegah sejak awal karena kanker serviks merupakan pembunuh kedua, setelah penyakit kanker payudara.

“Setiap jam, satu orang meninggal karena penyakit ini. Makanya ini menjadi perhatian kita bersama bagaimana jangan sampai terlambat. Masalahnya, yang datang ke rumah sakit pada umumnya stadiumnya sudah dua plus. Artinya penyebarannya sudah kemana-mana, sehingga keterlambatan inilah yang menyebabkan kematian yang tinggi,” ungkap mantan Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya ini.

Melalui kegiatan tes IVA ini diharapkan deteksi lebih dini sebelum stadium 2 plus dan belum ada penyebaran ke seluruh tubuh.

“Jika ada yang terdeteksi, segera ditindaklanjuti dengan terapi, sehingga tidak menjadi kanker,” imbaunya. (tva)