Ini Kebijakan Pemprov Kalteng Terkait Izin Sumbangan dan Undian

oleh
Kepala Dinas Sosial Kalteng, Suhaemi, saat menekankan tentang kebijakan Pemprov Kalteng terhadap pelaksanaan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang pada rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengawasan dan pemantauan, di aula dinas sosial

PALANGKA RAYA, – Dinas Sosial Kalteng, kembali menekankan tentang kebijakan Pemprov Kalteng terhadap pelaksanaan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang pada rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengawasan dan pemantauan, di aula dinas sosial, Kamis (12/10/17).

“Sosialisasi sudah dilakukan sudah lama. Tetapi nampaknya masih saja ada yang tidak mentaati. Padahal sumbangan dalam bentuk apapun harus memiliki izin. Syukurnya sudah lebih baik dari dulu. Yang masih belum tertib, seperti untuk bantuan rumah ibadah atau,” kata Kepala Dinas Sosial Kalteng, Suhaemi.

Suhaemi sangat menyayangkan, masih ada organisasi ataupun yayasan yang seolah enggan untuk mengurus izin. Padahal pihaknya tidak pernah mempersulit dan tidak ada biaya sepeser pun. Bahkan juga senantiasa bersedia membantu menyusun administrasi, agar izin dapat dikeluarkan.

Jika sumbangan masih di dalam wilayah Kalteng izin permohonan ditujukan ke gubernur. Apabila lintas provinsi, maka ke Menteri Sosial. Permohonan izin dibuat secara tertulis, dilengkapi materai 6000 serta menyebutkan penanggungjawabnya.

Permohonan izin harus ditandatangani langsung oleh penyelenggara dan harus menyebutkan pokok-pokok kegiatan dari organisasi/badan yang bersangkutan. Kemudian melampirkan surat rekomendasi dari gubernur/pemda setempat.

Begitu juga sumbangan kemanusiaan yang sering dilakukan di jalan raya, seperti untuk kebakaran ataupun bencana alam lainnya harus ada izin dan tidak boleh dipotong untuk biaya operasional.

“Kita ingin masyarakat terproteksi, agar jangan tertipu. Walaupun mereka benar, untuk tertib administrasi, sehingga mudah pengawasannya. Jadi jika ada yang minta sumbangan tidak dilengkapi izin, masyarakat harus menolak,” imbuhnya.(tva)