Cegah Peredaran Penyalahgunaan Obat, BPOM Berikan Pemahaman ke Pelajar

oleh
Foto bersama usai kegiatan sosialisasi

SEKADAU – Pelajar SMP hingga SMA diberikan pemahaman mengenai obat dan makanan di aula Penanjung Island, Kota Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (12/10/17). Dengan begitu, masyarakat terutama pelajar dapat terhindar dari peredaran penyalahgunaan obat dan lain sebagainya.

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius ditemui usai membuka sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi (KIE) obat dan makanan, menyambut baik adanya kegiatan tersebut. Kegiatan ini sebagai upaya menciptakan generasi muda yang berkualitas.

“Sehingga generasi muda terhindar dari permasalahan-permasalahan yang sering terjadi dikalangan remaja, khususnya para pelajar,” ujarnya.

Ia mengatakan, produk-produk obat dan makanan dari luar negeri membanjiri Indonesia. Untuk itu, semakin beragamnya produk menuntut masyarakat harus lebih jeli dalam memilih maupun mengonsumsinya.

“Penyebaran dan peredaran narkoba tidak bisa diremehkan, karena saat ini narkoba telah merambah para generasi penerus bangsa. Selain itu generasi muda menjadi sasaran empuk para industri rokok,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan tersebut akan memperkaya pengetahuan dalam menumbuhkan kesadaran para pelajar. Sehingga, dengan pengetahuan tersebut, para pelajar dapat membentengi diri dari konsumsi obat-obat tidak benar serta rokok yang dapat berdampak pada kesehatan.

Sementara Kepala BPOM Kalbar, Corry Panjaitan mengatakan, kosmetik, obat dan makanan harus aman bila digunakan atau dikonsumsi oleh masyarakat. Sehingga, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap peredaran kosmetik, obat dan makanan.

“Berbagai upaya dilakukan dalam rangka pengawasan terhadap peredaran kosmetik, obat dan makanan. Melalui kegiatan ini merupakan salah satu upaya dilakukan, sehingga masyarakat bisa memilih produk yang aman serta membentengi diri dengan tidak menggunakan produk-produk tidak terdaftar,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, St Emanuel mengatakan, minat masyarakat terhadap penggunaan obat dan kosmetik semakin meningkat. Sehingga, perlu diberikan pemahaman mengenai pangan, kosmetik dan bahan berbahaya lainnya.

“Ini menunjukan besarnya minat masyarakat terhadap produk tersebut. Untuk itu, perlu ketelitian sebelum memilihnya,” kata Emanuel.

Upaya pencegahan penyalahgunaan obat-obat juga dilakukan. Demikian juga dengan bahan makanan yang dicampur dengan bahan berbahaya tentu akan berdampak, terutama bagi kesehatan.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam memilih produk yang aman, bermutu. Kemudian meningkatkan kewaspadaan terhadap produk yang tak memenuhi standar dengan membaca label dan tanggal kadaluarsa. Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas,” pungkasnya.  (Yahya)