Ini Alasan Raperda KTR dan Pemekaran Kapuas Selatan Ditunda Pembahasannya

oleh
Timotius Yance, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sanggau. Foto : Ind

SANGGAU – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sanggau, Timotius Yance memastikan akan menunda pembahasan dua dari enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diusulkan oleh Eksekutif. Dua Raperda yang ditunda masing-masing Raperda tentang pemekaran Kapuas Selatan dan Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Sebelumnya, ada enam Raperda yang sudah masuk di Bapemperda, yaitu Raperda ketertiban umum (tibum), Raperda tentang penyelenggaraan pendidikan, Raperda tentang kawasan tanpa rokok, Raperda tentang pengelolaan barang milik daerah.

“Jadi yang kita tunda pembahasannya itu ada dua Raperda, yakni Raperda tentang kawasan tanpa rokok dan Raperda tentang Pemekaran Kapuas Selatan,” kata Yance saat dihubungi B-ONETV melalui telepon seluler, Rabu (11/10/17).

Alasan penundaan dua Raperda tersebut dikatakan Yance dikarenakan waktu yang sangat singkat.

“Karena waktunya sangat pendek, sementara Raperda yang masuk itu ada enam, oleh karenanya yang kita bahas cuma empat, kalau kita paksakan dibahas semua sementara waktunya tidak cukup, takutnya tidak selesai-selesai nanti,” jelas Yance.

Menurut politisi Golkar itu, ke enam Perda yang diusulkan eksekutif semuanya urgen, apalagi Raperda tentang Pemekaran Kapuas Selatan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Begitu juga Raperda tentang kawasan tanpa rokok, itu juga penting. Tetapi mengingat waktu, terpaksa dua Raperda ini ditunda.

“Sebenarnya dua Raperda yang baru masuk kemaren, masing-masing Raperda tentang Pemekaran Kapuas Selatan dan Raperda tentang Politeknik, datangnya menyusul, tetapi kita melihat salah satunya yaitu Raperda tentang Politeknik itu urgen dan memang sangat dibutuhkan masyarakat, hanya Raperda itu yang bisa kita akomodir,” ujar Yance.

Untuk itu, Yance menyerahkan kepada pihak eksekutif untuk mengusul ulang dua Raperda tersebut.

“Karenakan inikan Raperda eksekutif, kalau mau dimasukan di tahun depan silakan dimasukan, saran saya masukan di tahun awal,” pungkasnya menyarankan.

Dia menyebut, sebelumnya ada dua usulan untuk pemekaran Kecamatan, selain Kapuas Selatan, yaitu pemekaran Kunyil di Meliau.

“Jujur saja kalau dimekarkan Kapuas Selatan, ada calon Kecamatan lain yang minta pemekaran, seperti Kunyil, Kunyil itu sudah lama mengusulkan pemekaran, mereka sering nelpon saya juga, mereka sempat mengatakan kepada saya kalau Kapuas Selatan dimekarkan, kami juga harus dimekarkan, itu yang jadi pertimbangan kami juga, jangan ada konflik dululah, apalagi kita menghadapi tahun Pilkada, kita maunya Pilkada berlangsung aman dan tertib,” tuturnya sembari berharap. (Ind)