Dinas Sosial Kalteng Pulangkan Warga Sambas yang Ditelantarkan

oleh
Kepala Dinas Sosial Kalteng, Suhaemi bersama warga Sambas, Kalbar

PALANGKA RAYA – Sebanyak 12 orang asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang bekerja di salah satu perusahaan tambang di Kalimantan Timur, yang dinyatakan sudah bangkrut, terlunta-lunta di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Bahkan gaji mereka berbulan-bulan tidak lagi dibayar perusahaan tersebut. Apesnya lagi, saat mereka berharap dapat berkumpul kembali dengan sanak keluarga di Sambas, ternyata tiket pesawat hanya sampai di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

“Karena tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat, akhirnya mereka berjalan kaki dari bandara ke Polsek Pahandut Palangka Raya. Dan mereka diantar petugas ke sini,” kata Kepala Dinas Sosial Kalimantan Tengah, Suhaemi, Rabu (11/10/17).

Dengan menggunakan dana pemulangan orang terlantar dan setelah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Sambas serta Kabupaten Lamandau Kalteng, akhirnya setelah berjam-jam berada di Kantor Dinas Sosial Kalteng, mereka dipulangkan menggunakan mobil yang dicarter oleh Dinas Sosial.

Sementara itu Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Farid menambahkan, dari keterangan para pekerja, untuk dapat pulang ke kampung halaman, mereka meminta kiriman dari keluarga masing-masing sebesar Rp1 juta.

Kemudian mereka minta tolong seseorang untuk bisa dibelikan tiket tujuan Pontianak. Tetapi ternyata hanya sampai di Palangka Raya saja.

“Memang kami sering menangani orang terlantar. Tetapi baru kali ini mencapai 12 orang. Makanya kami langsung telepon Kabupaten Lamandau, daerah terdekat Pontianak, untuk memastikan apakah bisa membantu kepulangan sampai ke Pontianak,” ujarnya.

Farid mengungkapkan, saat diantar ke Dinas Sosial, mereka mengaku tidak memiliki uang sepeser pun. Bahkan harus menahan lapar, sehingga pihaknya membelikan nasi untuk mereka. Begitu juga ketika ditanya petugas Dinas Sosial, mereka sulit menjawab dan seperti tidak mengerti pertanyaan yang diberikan. (tva)