Sutarmidji: “Kalau Dompet Masih Tebal Itu Sepok”

oleh
Wali Kota Pontianak Sutarmidji

PONTIANAK – Pontianak sebagai ibukota provinsi Kalbar dengan jumlah penduduk sekitar 660 ribu jiwa dan juga sebagai kota perdagangan dan jasa, tentunya erat kaitan dengan pembiayaan atau pembayaran.
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, sudah semestinya warga Pontianak selangkah lebih maju dalam hal transaksi non tunai atau cashless. Terkadang, masih banyak yang mengantongi uang tunai dalam dompet sehingga terlihat tebal di kantong.

Padahal, kata dia, dengan menggunakan satu kartu yang disebut e-money, mereka tidak perlu lagi membawa lembaran-lembaran uang di dalam dompet.

“Makanya, ikon untuk kampanye penggunaan kartu e-money yang saya gaungkan, ‘kalau dompet masih tebal berarti termasuk golongan sepok’. Artinya, dia tidak mengikuti perkembangan teknologi terutama teknologi finansial,” ujarnya saat menjadi pembicara sekaligus membuka seminar Pontianak Financial Technology (Fintech) Day di Aula Keriang Bandong Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Selasa (10/10/17).

Seminar Pontianak Fintech Day digelar kerja sama antara Pemerintah Kota Pontianak, Bank Indonesia dan Pertamina. Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara, termasuk salah satunya Wali Kota Sutarmidji sebagai keynote speaker, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto, Marketing Branch Manager Kalbar dan Kalteng PT Pertamina, Teuku Johan Miftah, CEO celengan.id, Arie Liyono, Partnership Manager kitabisa.co.id, Erwin Handono dan pembicara dari luar negeri, Aisling Ni Chonaire sebagai Lead Research Advisor Behavioral Insights Team Singapore Office.

Fintech hangat diperbincangkan saat ini. Konsep Fintech mengadaptasi perkembangan teknologi yang dipadukan dengan bidang finansial diharapkan bisa menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman serta modern. Model pembayaran atau transaksi dilakukan dengan teknologi, baik menggunakan kartu maupun smartphone.

Ia menerangkan, digelarnya seminar Pontianak Fintech Day ini sebagai salah satu upaya dalam rangka mensosialisasikan ke masyarakat sehingga terbiasa bertransaksi non tunai atau menggunakan e-money. Meskipun menurut dia, masyarakat yang mendapatkan fasilitas seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) itu juga salah satu bentuk penggunaan e-money.

“Sebenarnya penggunaan e-money ini untuk menghindari pembayaran secara tunai. Saya berharap ini bisa diterapkan di Pontianak,” ungkap Sutarmidji.