Start Paling Buncit, Pebalap Asal Barut Ini Juara II Gokart Tingkat Asia

oleh
Penyerahan piala pada juara Gokart tingkat Asia

MUARA TEWEH – Prestasi yang membanggakan kembali diraih pebalap gokart asal Kota Muara Teweh, di bawah naungan Mitra Barito Group (MBG).

Akhmad Gunadi (Agi Borneo) berhasil merebut juara dua kelas senior dalamĀ kejuaran Rotax Asia Max challenge yang digelar di sirkuit Sepang, Malaysia. Akhmad Gunadi bersaing dengan pebalap dari tujuh negara peserta.

Manajer MBG Racing Dedi Rosadi kepada B-ONETV, Selasa (10/10/17) mengaku sangat bangga atas semangat juang Akhmad Gunadi untuk memberikan yang terbaik walaupun harus memulai start dari posisi paling belakang.

Kata dia, gokart milik Akhmad Gunadi sempat mengalami kendala setelah terjadi benturan keras saat start pada final.

“Hasil tahun ini akan jadi bahan evaluasi untuk bekerja lebih keras lagi untuk memuluskan target juara Asia tahun depan,” ucapnya.

 

Menurut dia, sebenarnya gelar Juara Umum 1 Asia sudah didepan mata jika tidak terjadi masalah teknis pada saat Pre-Final yang sangat berpengaruh terhadap point standing, karena hanya butuh finish di posisi 3 besar pada saat pre-final dan final untuk menjadi over all champion.

“Mengakhiri musim ini dengan cukup baik bagi tim MBG Racing, dan tidak lupa juga kepada seluruh masyarakat Barut yang memberikan dukungan atas semuanya,” ungkap dia.

Sementara pebalap Akhmad Gunadi mengaku sempat menjadi yang tercepat pada sesi Qualifying Time Trial (QTT) saat memulai balapan heat di posisi terdepan dan sempat mendominasi jalannya balapan hingga lap ke-9 namun turun hujan.

Namun pada pertengahan balapan hujan membuat track menjadi basah (licin) yang menyebabkan mobil menjadi sulit untuk dikendalikan dan harus puas finish di posisi ke-2 pada saat heat 1, sehingga harus start di posisi ke-2 pada saat Pre-Final. Setelah start Pre-Final dilepas.

“Posisi saya terus melorot ke paling belakang dikarenakan terjadinya masalah pada tali gas yang berpengaruh terhadap performa gokart dan harus menyelesaikan balapan lebih cepat dibandingkan pegokart lainnya,” kata Agi panggilannya.

Menurutnya, terjadinya masalah teknis pada Pre-Final yang membuat posisi start pada saat Final Race menjadi paling belakang, bukan akhir dari segalanya bagi tim.

“Pebalap di posisi 2 dan 3 membuat saya ikut terhambat dan memuluskan langkah pegokart terdepan untuk meninggalkan pegokart di belakangnya,” bebernya.

“Meskipun terjadinya benturan keras dengan pegokart didepan saya yg mengakibatkan rim/velg saya pecah, saya terus mencoba untuk memperbaiki posisi dan akhirnya mampu finish di posisi ke-2 pada saat final setelah mengovertake beberapa pegokart sebelum bendera finish dikibarkan,” sambungnya. (Bani)