Banjir 2 Meter Rendam Sejumlah Desa di Sekadau

oleh
Petugas BPBD saat mengecek warga yang terkena dampak banjir

SEKADAU – Banjir merendam permukiman warga di Dusun Tanjung, Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Sekadau, Kalimantan Barat.

Banjir terjadi dikarenakan dua sungai yang berada di daerah tersebut meluap karena hujan yang terus mengguyur. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam banjir yang mencapai ketinggian 1 hingga 2 meter.

Salah seorang warga, Jimin menuturkan, banjir yang terjadi itu setelah hujan deras mengguyur. Akibatnya, kata dia, warga pun harus berhati-hati lantaran daerah tersebut dekat dengan Sungai Sekadau dan Sungai Mahap.

“Air mulai naik sejak pukul 23.00. Posisi rumah kami berada tidak jauh dari bibir sungai,” ujarnya kepada B-ONETV, Selasa (10/10/17).

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi mengatakan, tim BPBD sudah terjun ke lokasi banjir. Pihaknya, kata dia, masih menginventarisir daerah lain yang terkena dampak banjir seperti Tembaga, Landau Apin dan Lembah Beringin.

“Rumah yang tergenang banjir sebanyak 38 unit. Lokasi banjir di Dusun Tanjung, Desa Nanga Mahap RT 2 sampai RT 4 dan Dusun Kampung Seberang Sekadau RT 4. Yang terkena dampak banjir sebanyak 619 jiwa,” ungkapnya.

“Yang jelas yang terkena dampak banjir Desa Mahap. Ketinggian banjir mencapai 1 hingga 2 meter, terutama dataran rendah,” sambung Akhmad.

Akhmad mengatakan, banjir menyebabkan rumah warga terendam air. Bahkan, kata dia, ada warga yang mengungsi ke rumah warga lainnya lantaran rumahnya terendam banjir.

“Tim sudah di lokasi, kalau ada warga mau dievakuasi akan dibantu. Perahu karet standby disana (Mahap, red) karena hingga siang air masih bertahan,” beber Akhmad.

Akhmad mengatakan, yang perlu diantisipasi yaitu banjir kiriman. Terutama, kata dia, Nanga Taman, Sekadau Hulu hingga Sekadau Hilir.

“Kami masih memonitor, terutama daerah-daerah rawan banjir,” pungkasnya. (Yahya)