Demi Raih Adipura, Pemkab Barut Mulai Berbenah

oleh
Rapat Koordinasi yang digelar Pemkab Barut dalam menghadapi penilaian Adipura

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, mulai berbenah untuk menghadapi penilaian penghargaan Adipura yang bakan dilakukan pada Oktober hingga November 2017.

 

Untuk itu, Senin pagi, (09/10/17) diadakan rapat yang diadakan di Aula Sekretariat Daerah. Rapat ini dihadiri Jajaran Dinas Terkait seperti, Pekerjaan Umum, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit serta Dinas Perhubungan.

Asisten III Pemkab Barut, Fauzul Risma mengharapkan dengan adanya rapat itu dapat menyatukan langkah guna memperoleh hasil yang maksimal dalam merebut penghargaan Adipura.

“Program Adipura bertujuan untuk mendorong pemerintah kabupaten dan membangun partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan, baik secara ekologis, sosial dan ekonomi melalui penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik dibidang pengelolaan lingkungan hidup,” ungkap dia disela-sela rapat.

Sementara Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan BLH Barut, Nailil Fasihah menuturkan, sistem penilaian meliputi kinerja fisik dan manajemen. Untuk penilaian kinerja meliputi pemantauan pengeloaan sampah dan pengelolaan RTH/ green open space.

“Sedangkan penilaian manajemen meliputi, data umum, manajemen pengelolaan sampah, pengoperasian tempat pemrosesan akhir tempat pembuangan akhir dan pengelolaan RTH,” tambahnya.

Adapun lokasi pemantauan wajib, kata dia, permukiman menengah dan sederhana, jalan arteri dan kolektor, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit, terminal bus atau terminal angkutan kota pelabuhan, baik sungai. Kemudian juga hutan kota, taman kota, saluran terbuka, tempat pemprosesan akhir TPA,bank sampah dan pasilitas pengelolaan sampah skala kota.

Sedangkan lokasi lainnya adalah permukiman pasang surut, stasiun kereta api, pelabuhan penumpang yang dikelola oleh BUMN, bandar udara, perairan terbuka berupa sungai, danau, bendungan dan pantai wisata.

Adapun lokasi titik pantau kota Muara Teweh nantinya permukiman jalan padat karya, jalan rajawali, perumnas nur asri, jalan wira praja, pertiwi, Sudirman dan Cempaka putih.

“Juga pantauan pasar pendopo, PBB dan pasar Barito Permai. Sedangkan jalan meliputi Brigjen Katamso, Surapati, yetro sinseng dan A. Yani,” pungkasnya. (Bani)