Ada Kontroversi Dibalik Pembangunan Gedung Megah di Kalsel Ini

oleh
Bangunan megah yang menuai kontroversi

MARTAPURA –┬áPembangunan bangunan megah di KM 10, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menuai kontroversi.

Camat Kertak Hanyar Harun Al Rasyid, kepada B-ONETV, Senin (09/10/17) mengungkapkan jika bangunan megah itu bukanlah gereja seperti yang ramai diperbincangkan warga. Harun juga mengungkapkan pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi dan melakukan konfirmasi dengan pemilik bangunan memastikan bangunan tersebut untuk tempat tinggal.

“Kami sudah ke lokasi bangunan tersebut dan konfirmasi dengan pemilik jawabannya itu tempat tinggal,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banjar, Akhmad Hairudin Fahry mengungkapkan jika mengacu pada Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan, bangunan tersebut untuk tempat tinggal.

“Kita lihat dari IMB yang terbit, bangunan tersebut buat tempat tinggal bukan tempat ibadah atau gereja,” bebernya.

Tapi, kata dia, pihaknya akan terus memantau selama pembangunan hingga bangunan tersebut difungsikan.

“Kami akan terus awasi pembangunan hingga bangunan difungsikan, jika nanti ternyata dijadikan tempat ibadah atau gereja maka itu berarti sudah melanggar karena pada saat IMB diterbitkan peruntukannya sebagai tempat tinggal,” ujarnya.

Bangunan megah yang menjadi topik hangat di media sosial lantaran disangka gereja dengan luas bangunan satu hektar lebih ini, sebelumnya juga mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banjar, namun dalam surat rekomendasi yang terbit pada bulan Juni 2013 tersebut peruntukannya juga untuk tempat tinggal.(tim)