Tersandung Kasus Korupsi, Kejari Barut Panggil Kepala Desa

oleh
Ilustrasi -Korupsi dana desa

MUARA TEWEH – Kasus dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dilakukan oknum kepala Desa di Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tenga, kini sudah memasuki tahap penyidikan.

Kepala Seksi Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Barut, Bernard EK Purba, kepada B ONETV, Jumat (06/10/17) mengatakan,  kasus penyidikan dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa tahun 2016 yang dilakukan oknum kepala desa Papar Pujung sudah diserahkan pada bidang pidana khusus.

Sedangkan untuk Desa Jangkang Baru, masih dalam penyelidikan dan pengumpulan data. Sehingga belum bisa dilakukan pemeriksaan.

“Kalau Desa  Papar Pujung sudah diserahkan. Sedangkan Jangkang Baru masih dalam tahapan pengumpulan,” kata Bernard.

Menurutnya, kedua oknum kepala desa tersebut, memang sudah dimintai keterangan, terkait adanya laporan masyarakat tentang dugaan alokasi anggaran pada tahun lalu,  dimana masing masing desa mendapat alokasi kurang lebih Rp1,3 miliar.

Sementara kepala seksi pidana khusus, Lucky Wijaya mengatakan, dalam minggu ini oknum kepala desa Papar Pujung akan dilakukan pemanggilan. Sedangkan untuk oknum kepala Desa Jangkang Baru masih belum, lantaran perkaranya masih penyidikan oleh intelijen kejaksaan.

Pemanggilan ini nantinya melalui surat kepada yang bersangkutan dan kemudian dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa tahun lalu.

“Sesuai dengan mekanisme, yang bersangkutan akan dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Selain itu, akan dipanggil  saksi lain, terutama yang mengetahui aliran dana tersebut,” tuturnya.

Memang masalah dugaan korupsi jelas memerlukan pemeriksaan yang intensif dan kehati-hatian. Sebab masalah ini juga diduga melibatkan beberapa pihak.

“Mengenai materi, nanti kita sampaikan kalau sudah diekspos kejaksaan, siapa-siapa saja yang terlibat,” tegasnya. (bani)