Kasus Pengrusakan Rumjab Bupati Kapuas Masuki Tahap P-19

oleh
Ilustrasi

KUALA KAPUAS – Kasus pengrusakan Rumah Jabatan Bupati Kapuas dengan tersangka BDW, sudah memasuki tahap P-19 sejak pekan lalu. Dan, penambahan pasal termasuk tambahan ancaman hukuman bakal menjeratnya.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kapuas Ario Wicaksono Jumat (06/10/17).

“Kasus pengrusakan Rumah Jabatan Bupati sudah masuk P-19 ke pihak penyidik Polres Kapuas dan kita masih menunggu hasil pemenuhan petunjuk yang kita rekomendasikan,” kata Ario.

Kemudian, kata dia, pihaknya masih menunggu koordinasi dari polisi untuk menunggu kelengkapan hasil penyelidikan.

“Berkas sudah kita kembalikan dan kita menunggu hasilnya untuk tahap selanjutnya yaitu P-21,” sambungnya.

Terkait adanya penambahan pasal, Ario tidak menepisnya, pihaknya bersama kepolisian memang ada rencana menjerat tersangka dengan pasal 200 ayat 1 KUHP. Pasal tersebut berbunyi, “Barang siapa dengan sengaja menghancurkan atau merusak gedung atau bangunan diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang.”

Ancaman tersebut meningkat sekitar 4,5 kali lipat dari tuntutan awal, yakni pasal 406 ayat 1 tentang pengerusakan. Dalam tuntutan awal tersebut pelaku hanya diancam hukuman dua tahun 8 bulan.

“Berdasarkan peraturan jika ancaman pidana penjara lebih dari lima tahun terduga pelaku boleh ditahan,” sebut Ario. (Nad)