Bupati Evaluasi Kinerja dan Serapan Anggaran Kubu Raya

oleh
Rusman Ali saat memimpin rapat anggaran
KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Rusman Ali melakukan rapat evaluasi kinerja dan serapan anggaran setiap sebulan sekali untuk memastikan kegiatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
Hal itu dilakukan oleh Rusman Ali sebagai bentuk keseriusan dalam membangun dan memajukan Kabupaten Kubu Raya. Sekaligus untuk mencari bersama solusi,  berdiskusi dan berdialog dengan kepala Dinas dan Camat untuk mencari langkah-langkah solutive dalan pembangunan.
“Inilah bukti keseriusan kita bersama dalam memajukan dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Kubu Raya. Kita ingin pelayanan kepada masyarakat selalu berjalan dengan baik dan program-program kebijakan yang kita tetapkan dapat berjalan,” ujar Rusman Ali, Jumat (06/10/17).
Rusman Ali mengatakan, evaluasi dan sharing pendapat dilakukan dalam upaya untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan berdiskusi bersama-sama dapat melahirkan gagasan dan ide-ide solutive untuk membangun Kubu Raya.
Rusman Ali juga mengatakan bahwa cara tersebut ditempuh oleh Rusman Ali dalam melakukan evaluasi bersama penyerapan anggaran dan sejauh mana program sudah dijalankan oleh Dinas-dinas teknis.
“Dalam diskusi kit, kita terbuka aja bersama apa-apa kendala yang dihadapi oleh Dinas dalam menjalankan program yang sudah ada. Dan apa solusi yang dapat ditempuh bersama-sama. Sebab terkadang ada program yang belum dapat dikerjakan karna ketakutan akibat dari perubahan regulasi dan sistem secara nasional, sehingga kita perlu mencari solusi tanpa melanggar peraturan dan undang-undang yang berlaku,” terang Rusman Ali.
Menurut Rusman Ali dengan cara tersebut segala keluhan pelayanan dari masyarakat juga dapat didiskusikan bersama-sama. Sebab terkadang sistem pelayanan yang kita lakukan sudah bagus dan sudah sangat bagus. Namun sering terkendala oleh teknis dilapangan yang dapat menyumbat kelancaran pelayanan.
“Hal-hal seperti itu terkadang kalau kita tidak diskusikan akan berlarut-larut. Sehingga masyarakat kita merasa kurang terlayani, padahal bisa saja karena kesalah pahaman ataupun kesalah pemahaman antara peraturan yang satu dan peraturan ataupun undang-undang turunannya. Nah, melalui sharing inilah kita cari sama-sama solusi atas sumbatan-sumbatan kelancaran pelayanab dan pembangunan. Dimana masalahnya dan apa solusinya, perlu kita runut secara komprehensiv. Ibarat kita mengurai benang kusut, perlu kesabaran dan ketelitian untuk melakukannya,” terang Rusman Ali. (Fsl)