Tersangka KDRT Ini Meninggal Dunia saat Dibawa Polisi Menggunakan Kapal

oleh
M Adnan dalam keadaan terikat saat dibawa polisi menggunakan kapal

KOTABARU – M Adnan tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang berdomisili di Desa Tanjung Nyiur Marabatuan Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, meninggal diatas kapal saat akan dibawa oleh anggota Kepolisian ke Mapolres Kotabaru menggunakan kapal.

Namun, berdasarkan keterangan keluarga korban menilai ada perlakuan yang kurang mengenakkan sehingga sampai meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian terjadi tanggal 29 September 2017 dan kapal akan menuju Kotabaru dari Marabatuan yang dikawal oleh petugas Kepolisian dan ditengah perjalanan yang bersangkutan meninggal dunia disekitaran perairan Pagatan.

“Saya tidak terima, masa keluarga saya diatas kapal menuju Kotabaru diikat pada bagian leher serta di lakban matanya dan itu kurang pas kalo saya menilainya,” ungkap Sunartini selaku keluarga dari pihak korban di konfirmasi via telepon selular, Kamis (05/10/17).

Dikatakannya lebih jauh, dengan adanya peristiwa itu pihak keluarga korban tentunya akan melakukan upaya hukum guna menuntut keadilan bagi keluarganya yang meninggal dunia. Akan tetapi, tentu pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian M Adnan karena menurutnya sudah menjadi ketentuan Allah SWT.

“Yang jelas kami akan melakukan upaya hukum, karena kami tidak terima dengan perlakuan tersebut, kalau bicara tentu kami ikhlas keluarga kami meninggal dan korban sudah dikebumikan pada Sabtu kemarin,” tegasnya pula.

Memang diakuinya, korban sama sekali tidak dipukul tapi perlakuannya dinilai tidak manusiawi yang dilakukan kepada korban.

“Kita ketahui juga status Adnan ini adalah tahanan karena istrinya keberatan hampir dibunuh oleh yang bersangkutan. Akan tetapi, perlu menjadi pertimbangan juga si Adnan ini selama 18 tahun ada mengidap penyakit kejiwaan dan harusnya itu ada perlakuan khusus,” terangnya.