Penerima PKH akan Ditambah

oleh
Ilustrasi

PALANGKA RAYA – Berdasarkan data 2015, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Bumi Tambun Bungai, sekitar 31.000 rumah tangga penerima manfaat.

Namun untuk tahun depan, sesuai intruksi Presiden Joko Widodo, akan ada penambahan jumlah peserta PKH seluruh Indonesia, dari 6 juta menjadi 10 juta.

“Tetapi ini bukan berarti menambah jumlah penduduk miskin. Sementara ini, yang ditangani baru 5 persen. Tahun depan ditingkatkan lagi menjadi 7 persen,” kata Kasie Jaminan Sosial Keluarga, Dinas Sosial Kalteng, Alexander Prasetyo, di Palangka Raya, Kamis (5/10/17).

Memang untuk data kemiskinan ditentukan oleh pusat. Tetapi pendataan kemiskinan, bisa didata oleh instansi terkait ataupun orang miskin itu sendiri yang mendaftarkan diri dengan membawa bukti diri surat keterangan tidak mampu.

Dalam hal ini, yang patut diingat, karena tidak semua keluarga yang masuk kategori miskin, dapat didaftarkan menjadi peserta PKH. Apabila tidak memenuhi tiga komponen yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Untuk kategori pendidikan, sebelum harus terdata di data base kemiskinan dan mempunyai anak usia sekolah. Jadi walaupun miskin tapi tidak mempunyai anak di atas usia sekolah, tidak dapat dimasukkan dalam PKH.

Selain itu, di keluarga miskin itu, ada ibu hamil atau ibu menyusui atau balita di bawah usia tiga tahun. Kemudian untuk kesejahteraan sosial, di keluarga miskin, ada lanjut usia di atas 70 tahun dan ada penderita penyandang berat disabilitas.(tva)