Komisi III DPRD Banjar Minta Pasar Sungai Bakung Ditelisik

oleh
Ilustrasi - Kios di pasar tradisional

MARTAPURA – Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Sungai Bakung, Desa Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk, Rabu (04/10/17). Sidak dilakukan menyusul rencana pengoperasionalan pemerintah daerah setempat, terhadap bangunan Pasar Sungai Bakung yang bermasalah, lantaran dibangun secara ilegal atau tanpa dilengkapi surat-surat perizinan yang sah dari pemerintah daerah setempat pada tahun 2015 lalu.

Parahnya, bangunan Pasar Sungai Bakung berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Banjar, tanpa sepengetahuan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD) setempat.

Namun, oleh pihak swasta selaku pembangun Pasar Sungai Bakung berinisial SAH mengaku, diperintah oknum pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banjar guna melakukan pembangunan dan dijanjikan dibantu untuk mengurus perizinannya. Namun hingga selesai pembangunan, surat-surat perizinan tidak diurus, sementara kios-kios sudah dijual sepihak oleh SAH.

Kasus bangunan ilegal diatas lahan milik pemerintah ini pun akhirnya mencuat ke permukaan pada awal 2016 lalu, dan terjadi keputusan kontroversi dengan menghibahkan bangunan ilegal Pasar Sungai Bakung ke Pemerintah Kabupaten Banjar.

Warga yang terlanjur membeli kios dengan harga Rp25 – Rp45 juta perkios, sempat mendesak pemerintah daerah setempat untuk segera dioperasionalkan agar bisa berjualan. Namun hingga kini belum terealisasi lantaran perizinan seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Lingkungan, serta Andalalin belum ada.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, Kasmili sàat melakukan sidak di Pasar Sungai Bakung justru menginginkan, agar permasalahan ini diselesaikan secara hukum jika pembangunannya dilaksanakan tidak sesuai prosedur dan melanggar aturan.

Bahkan, Kasmili mengaku, Komisi III DPRD  Banjar akan membuat rekomendasi ke lembaga penegak hukum untuk meminta agar ditelisik dan diproses secara hukum hingga tuntas. (Pri)