Kades Puteng di Bengkayang Bantah Laporan Dugaan Keterangan Ijazah SD Palsu

oleh
Yohanes Ahin, Kepala Desa Puteng, Kecamatan Teriak, Bengkayang. Foto : whatsapp

PONTIANAK – Merasa tidak puas dengan hasil penyidikan Polres Bengkayang  terhadap  dugaan keterangan Ijazah Sekolah Dasar (SD) palsu milik Yohanes Ahin, Kepala Desa Puteng, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang  yang digunakan dalam Pemilihan Kepala Desa (PILKADES)  Puteng. Adilius, warga Desa Puteng melaporkan kembali perkara dugaan keterangan Ijazah palsu tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar pada (02/10/17) beberapa waktu lalu.

Dalam laporannya Adilius merasa tidak puas dengan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Polres Bengkayang  yang belum menemukan adanya unsur pidana terhadap dugaan keterangan Ijazah SD palsu milik Yohanes Ahin.

Menurut Adilius kepada  B-ONETV, bahwa ia melaporkan Yohanes Ahin ke Polda Kalbar dengan lampiran sejumlah bukti-bukti  surat yang berkaitan dengan keterangan Ijazah SD palsu yang digunakan untuk maju sebagai  calon Kepala Desa Puteng.

“Saya punya bukti-bukti yang kuat, maka dari itu saya melaporkan kasus keterangan Ijazah palsu ini ke Polda Kalbar,” ungkapnya.

Adilius menambahkan, untuk menguatkan laporannya,  ia telah memberikan keterangan nama sejumlah saksi-saksi  yang dianggap mengetahui  tentang kebenaran penggunaan keterangan Ijazah SD palsu tersebut ke penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar.

“Dari data-data yang ada, kenapa penyidik di Polres Bengkayang masih meragukan saya, padahal jelas tertulis di buku stambuk  Sekolah Dasar (SD) Amkur Bengkayang,  kelahiran Yohanes Ahin tahun 1963 dengan nama Ahin, sedangkan dalam keterangan Kepala Sekolah kelahirannya tahun 1967 dan namanya adalah Yohanes Ahin,” ungkapnya.

Adilius, warga Desa Puteng yang melaporkan dugaan keterangan Ijazah SD palsu milik Kades Puteng. Foto : whatsapp

Sementara itu, Yohanes Ahin, Kepala Desa Puteng  yang dihubungi  B-ONETV melalui telepon seluler (05/10/17) membantah kebenaran  dugaan  memberikan keterangan Ijazah SD palsu yang digunakannya pada PILKADES Puteng.

“Itu tidak benar, yang  jelas  proses penyidikan di Polres Bengkayang menerangkan bahwa  Ijazah SD yang saya miliki itu benar-benar hilang, bukan keterangan palsu. Saat proses penyidikan di Polres Bengkayang  telah dipanggil beberapa orang saksi yakni wali kelas dan dua orang  teman sekelas saya, mereka pun membenarkan bahwa  saya bersekolah disitu,” ungkapnya.

Ahin pun menambahkan bahwa ia benar adalah siswa di Sekolah Dasar Subsidi (SDS) yang dulu berkedudukan di Kabupaten Sambas sebelum pemekaran menjadi Kabupaten Bengkayang.

“Saya di SDS ini angkatan tahun 1979, dan saya benar-benar bersekolah disini, jadi apa yang mau dipermasalahkan,” ungkapnya.

Dalam hal ini Ahin pun berharap agar persoalan yang dialaminya dapat segera terselesaikan, dan pihak penyidik di Polda Kalbar jangan hanya mendengar pengaduan dari salah satu pihak saja, tetapi harus mengecek kembali tentang kebenaran laporan itu.  (Dod/Deu)