Ini Pesan Para Veteran di Palangka Raya di HUT TNI ke-72

oleh
Ketua Legiun Veteran RI Kalteng, Marthin Ludjen

PALANGKA RAYA – Jangan lupakan sejarah. Pesan inilah yang ingin disampaikan para veteran dari Bumi Tambun Bungai. Walaupun pada masa penjajahan tidak berjuang secara fisik, setidaknya jasa mereka yang secara tidak langsung ikut membantu, hendaknya tidak dilupakan oleh pemerintah.

Perasaan itulah yang diungkapkan sejumlah legiun, di sela-sela peringatan HUT TNI ke-72, di Lapangan Sanaman Mantikei Palangka Raya, Kamis (05/10/17).

Diantaranya Umar Hadi Sumardan, (69). Bapak tiga anak ini mengatakan, setelah era 2000-an, merasa dilupakan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah Padahal jasanya terbilang cukup besar.

“Mudah-mudahan semuanya masih ingat sejarah. Jangan lupakan sejarah. Bagaimana generasi sekarang ingat sejarah, kalau pemerintah saja seolah mau melupakan sejarah. Kalau dulu tiap ada kegiatan hampir semua kantor mengundang saya. Kantor gubernur, Kodam, Korem, saya yang bikin. Saya diperintah oleh komandan panglima supaya memeta,” ujarnya.

Perasaan yang sama juga dilupakan oleh Basarandali (88). Bapak 10 putra.ini, sudah dua kali peringatan HUT TNI tidak pernah mendapatkan tali.asih lagi. Walaupun sebenarnya bukan ini yang mutlak diharapkannya.

Namun setidaknya dengan adanya tali asih, ia merasa ada perhatian dari pemerintah, di masa senjanya. Kendati pada 1942, saat zaman penjajahan Jepang, dirinya hanya bertugas antar jemput saja.

Ketua Legiun Veteran RI, Kalteng, Marthin Ludjen, tak memungkiri memang banyak bantuan yang diberikan kepada veteran. Tapi disisi lain, masih ada hal memprihatinkan, karena masih banyak rumah veteran yang tidak layak huni.(tva)