Ini Fakta Tingginya Angka Perceraian di Muara Teweh

oleh
Kantor Pengadilan Agama Muara Teweh

MUARA TEWEH – Sejak Januari hingga September tahun 2017, sedikitnya perkara cerai gugat yang masuk 170. Dari jumlah tersebut, masih ada tambahan sisa perkara tahun lalu sekitar 29. Sehingga jumlah perkara yang keseluruhan 199.

Ketua Pengadilan Agama Muara Teweh, Mustafa Kamal, Kamis (05/10/17) mengatakan, dari jumlah itu juga ada yang dicabut sebanyak 11 perkara dan dikabulkan 140 perkara. Kemudian 1 ditolak, tidak diterima 2 dan digugurkan 3 serta dicoret dari register 2 perkara. Dari jumlah itu menjadi 159 perkara.

Menurutnya, dari banyaknya perkara cerai gugat tersebut, lebih dari lima puluh persennya adalah pihak, istri yang menggugat cerai suami.

“Permasalahan yang diutarakan sang penggugat, seperti masalah ekonomi dalam berumah tangga.kemudian sang suami terkena kasus narkoba dan dihukum, selanjutnya minuman keras dan masalah perselingkuhan. Juga tidak berkecocokan dalam berumah tangga,” ungkapnya kepada B-ONETV.

Dijelaskannya, pengadilan agama Muara Teweh, saat ini dalam menangani perkara melibatkan dua Kabupaten seperti Barut dan Murung Raya. Namun banyaknya perkara yang masuk berasal dari Barut.

Menurutnya, selain menangani masalah perceraian, pihak juga menangani isbat nikah dan tahun ini ada 42 yang ditangani. Kemudian juga dispensasi kawin 15 perkara.

“Dua perkara belum termasuk cerai gugat. Tapi yang mendominasi perkara yang ditangani adalah kasus perceraian,” pungkasnya. (Bani)