Di Martapura Oknum Orangtua Siswa Pukuli Guru

oleh
Junaidah guru yang mengalami penganiayaan

MARTAPURA – Kasus pertikaian guru dan orang tua siswa masih viral di jagat maya adalah perkara yang dialami oleh Junaidah.

Wali kelas 2 SDN Keraton III Komplek Batuah Gang Damai Martapura mengaku dipukul oleh orang tua siswa bernama Akhmad Padli. Kabar menghebohkan itu sejatinya terjadi Senin 2 Oktober 2017 sekitar pukul 10.00 Wita di depan Pintu Kelas 2 kala semua siswa bersiap menghadapi ujian tengah semester pada jam kedua pelajaran.

Ditemui usai mengajar di rumahnya, Junaidah mengaku masih syok dengan kejadian yang tidak disangka.

“Dia (pelaku,red) memukul pakai tangan kanan dan mengenai wajah bagian kiri. Semua gigi palsu bagian atas hampir lepas setelah dipukul,” ujar Junaidah, yang ditemui di rumahnya di Gang Karya, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Rabu (05/10/17) siang.

Insiden pemukulan itu sangat memalukan, pasalnya pelaku adalah laki-laki dan orang tua siswanya, sementara dirinya seorang perempuan. Lebih menyedihkan, kekerasan yang dialaminya seperti aib dipenghujung pengabdiannya sebagai guru. Kejadian cukup menyakitkan, sewaktu insiden pemukulan, justru disaksikan sebagian besar anak didiknya.

“Anak-anak banyak yang menangis setelah saya dipukul dan gaduh di depan pintu kelas,” tuturnya.

Sebelum penganiayaan, ia menyebar lembar soal ujian tengah semester kepada seluruh muridnya di jam kedua pelajaran. Guru berusia 59 tahun ini mendapati satu kursi kosong, itu adalah tempat Aditya, ia lantas bertanya kepada murid lain kemana gerangan Aditya. Bersamaan dengan itu, Akhmad Padli, orang tua Aditya mendatangi sekolah dan menuju kelas 2 sambil menyoal kepada dirinya memulangkan puteranya.

Memang, selama ini Aditya sering dipulangkan karena kasus perkelahian sesama pelajar. Kejadian perkelahian itu bukan sekali, bahkan tiga kali. Tiap ada keributan di kelas, ia selalu minta siswa yang berantaem pulang ke rumah sebagai hukuman. Boleh kembali kalau diantar oleh si orang tua.

”Biasanya, dia masuk sekolah lagi bersama ibunya. Bukan saja Aditya, siswa yang jadi musuhnya pun saya minta pulang,” tegasnya.

Namun sewaktu pemukulan, ia tidak mengetahui kalau Aditya ternyata barusan ribut dengan murid lain bernama Sarwani ketika istirahat jam pelajaran pertama. Disangka Padli, ia kembali memulangkan namun Junaidah tidak mengiyakan karena tidak tahu duduk perkaranya sebenarnya.

“Kenapa anak saya dipulangkan dari sekolah,” tutur Junaidah menirukan pertanyaan pelaku.